Aceh Barat Daya – Di tengah upaya tim SAR gabungan yang masih melakukan pencarian terhadap Melda Arnita (15), remaja yang hilang terseret ombak di Pantai Ujong Manggeng, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), keluarga korban juga berjuang melakukan pencarian secara mandiri.
Namun, keterbatasan ekonomi membuat mereka kesulitan membiayai operasional pencarian yang melibatkan nelayan setempat.
Memasuki hari kelima operasi pencarian, Kamis (2/7/2026), pencarian Melda masih belum membuahkan hasil.
Setiap hari, selain tim SAR gabungan, keluarga bersama sejumlah nelayan terus menyisir perairan di sekitar lokasi kejadian.
Namun, upaya tersebut membutuhkan biaya, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar perahu.
Sepupu ayah korban, Arinaldi, mengatakan keluarga hanya mampu mengumpulkan dana seadanya secara swadaya agar nelayan tetap dapat membantu melakukan pencarian.
Kondisi ekonomi keluarga, kata dia, tidak memungkinkan untuk menyewa penyelam maupun peralatan pencarian tambahan.
“Keluarga yang terkena musibah memang benar-benar tidak mampu,” kata Arinaldi saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu malam.
Menurutnya, keluarga sangat berharap operasi pencarian oleh tim SAR gabungan akan terus berlanjut.
Di sisi lain, mereka juga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya maupun masyarakat yang ingin membantu meringankan beban operasional pencarian.
“Kami hanya berharap pemerintah dapat membantu agar pencarian. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi keluarga kami,” ujarnya.
Musibah yang menimpa Melda terjadi pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 15.15 WIB di Pantai Ujong Manggeng, Desa Lhok Pawoh.
Saat itu Melda bersama Aida (14) sedang mandi di laut bersama anggota keluarganya yang memanfaatkan masa libur sekolah.
Diduga arus laut yang kuat dan gelombang tinggi datang secara tiba-tiba sehingga menyeret kedua remaja tersebut ke tengah laut.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat keduanya sulit terselamatkan.
Pada hari kedua pencarian, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 09.15 WIB, tim SAR gabungan menemukan Aida, warga Desa Blang Padang, Kecamatan Tangan-Tangan, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban mengapung sekitar satu mil dari bibir pantai, tidak jauh dari lokasi awal keduanya terseret ombak.
Sementara Melda hingga kini masih dalam pencarian.
Melda Arnita merupakan siswi SMP Negeri 1 Kuala Batee. Remaja asal Desa Kuala Terubu (Lama Inong), Kecamatan Kuala Batee, itu merupakan anak sulung dari empat bersaudara, putri pasangan Salmadi dan Maida Fitri.
Hingga berita ini turun, tim SAR gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, BPBD, relawan, masyarakat, dan nelayan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan.
Di tengah harapan yang belum terjawab, keluarga hanya bisa menanti kabar baik sembari memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar














