Aceh Barat Daya – Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat Daya yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Sardiman, melontarkan kritik keras terhadap kondisi dapur gizi di RSUD Teungku Peukan.
Menurutnya, fasilitas yang menjadi pusat penyediaan makanan bagi pasien itu jauh dari standar kebersihan dan sanitasi rumah sakit.
Sardiman yang akrab disapa Tgk. Panyang itu menyampaikan penilaian tersebut saat tim Pansus melakukan peninjauan lapangan.
Ia mengaku menemukan berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kepada pasien.
“Ini bukan gambaran dapur rumah sakit. Kondisinya kotor, jorok, dan banyak kucing berkeliaran di dalam area dapur,” kata Sardiman, Senin (6/7/2026).
Politikus Partai Aceh yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRK Aceh Barat Daya itu mengatakan keberadaan hewan di area pengolahan makanan tidak boleh dianggap sepele.
Menurutnya, dapur rumah sakit harus menerapkan standar kebersihan yang ketat karena makanan untuk pasien dengan kondisi kesehatan yang berbeda-beda.
Selain menemukan ada kucing yang berkeliaran, Sardiman juga menyoroti banyaknya lalat yang terlihat di dalam ruangan dapur.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi indikasi bahwa pengelolaan dapur belum berjalan sesuai standar sanitasi dan higiene.
“Banyaknya lalat menunjukkan ada persoalan dalam pengelolaan kebersihan. Dapur gizi rumah sakit semestinya steril dan memenuhi standar operasional,” ujarnya.
Sardiman menegaskan, dapur gizi memiliki peran penting dalam menunjang proses penyembuhan pasien.
Karena itu, kebersihan lingkungan, keamanan pangan, hingga pengawasan terhadap proses pengolahan makanan harus menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit.
Ia meminta pihak RSUD Teungku Peukan segera melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap fasilitas dapur gizi agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu.
Menurutnya, temuan tersebut akan menjadi salah satu catatan penting dalam pembahasan LKPJ Bupati Aceh Barat Daya Tahun Anggaran 2025.
DPRK, kata dia, akan mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi dapur gizi sehingga memenuhi standar pelayanan kesehatan.
Hingga berita ini turun, pihak manajemen RSUD Teungku Peukan belum memberikan keterangan resmi terkait temuan Tim Pansus DPRK Aceh Barat Daya tersebut.
Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi guna mendapatkan penjelasan dan tanggapan dari pihak rumah sakit.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar














