Home / Advetorial / Banda Aceh

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:22 WIB

DPMG Banda Aceh Pastikan Perempuan Terlibat dalam Perencanaan Pembangunan Gampong

mm Redaksi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti. Foto: Dok. Pemko Banda Aceh

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti. Foto: Dok. Pemko Banda Aceh

Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh menegaskan keterlibatan perempuan dalam pembangunan gampong terus diperkuat, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan program pemberdayaan di tingkat desa.

Kepala DPMG Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan pemberdayaan perempuan telah menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan gampong. Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam menentukan arah pembangunan melalui forum musyawarah gampong.

“Dalam pembangunan gampong, pemberdayaan perempuan telah menjadi prioritas yang diimplementasikan melalui keterlibatan aktif perempuan dalam penyusunan perencanaan pembangunan gampong maupun pelaksanaan berbagai program dan kegiatan,” kata Ritasari Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Sayuti Harap BI Bersinergi dengan Pemko Lhokseumawe untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ilustrasi. Bentuk kegiatan pemberdayaan perempuan di desa-desa. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, peran perempuan selama ini terlihat dalam berbagai program kemasyarakatan, seperti kegiatan PKK, Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), pelatihan keterampilan, hingga program percepatan penurunan stunting.

Untuk memastikan suara perempuan terakomodasi dalam pembangunan, DPMG mewajibkan setiap gampong melibatkan perempuan dalam Musyawarah Perencanaan Gampong. Kewajiban tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2019 tentang Musyawarah Desa.

Baca Juga :  Kadisbudpar Aceh Ajak Masyarakat Ikuti Aksi Meuseuraya Penyelematan Situs Sejarah

Ritasari menjelaskan, aturan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah gampong untuk memberikan ruang yang setara kepada perempuan dalam menyampaikan usulan, kebutuhan, dan aspirasi pembangunan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

“Perempuan harus terlibat dalam proses perencanaan karena mereka memahami berbagai kebutuhan keluarga dan lingkungan yang sering kali menjadi bagian penting dalam pembangunan gampong,” ujarnya.

Ia menilai keterlibatan perempuan dalam musyawarah pembangunan akan menghasilkan program yang lebih inklusif dan tepat sasaran, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak.

Baca Juga :  Konten Literasi Mengembangkan Budaya Baca

DPMG Banda Aceh juga terus mendorong pemerintah gampong agar memperkuat partisipasi perempuan dalam setiap tahapan pembangunan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pembangunan yang lebih berkeadilan sekaligus meningkatkan peran perempuan sebagai penggerak pembangunan di tingkat gampong.

Dengan keterlibatan yang semakin luas, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan yang menentukan arah pembangunan gampong di Kota Banda Aceh. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Tantangan Pencari Kerja di Banda Aceh Kian Kompleks di Tengah Persaingan Ketat

Banda Aceh

Dinsos Banda Aceh Lakukan Stock Opname Logistik Bencana Sambut Tahun 2026

Advetorial

DSI Aceh Gencarkan Program Sosialisasi Untuk Pecahkan Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Advetorial

155 Hari Pelaksanaan Vaksinasi Massal Tahap Kedua, Sebanyak 94.023 Orang Dilaporkan telah Divaksin Covid-19

Advetorial

UPTD BPSMB Aceh Harapkan Pengusaha Ekspor Menguji Sample Barang di BPSMB Aceh

Advetorial

Pawai Kapal Hias PKA-8 Hipnotis Ribuan Masyarakat Aceh

Banda Aceh

Banda Aceh Tuan Rumah HKB 2026, Kesiapsiagaan Bencana Diperkuat dengan EWS

Advetorial

Kasus TBC di Banda Aceh Tembus 1.600, Wali Kota Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi Anak