Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat di tingkat gampong sebagai strategi menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Kepala DPMG Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan pemberdayaan masyarakat tidak hanya difokuskan pada penguatan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan keluarga, kesehatan, dan pengembangan kapasitas warga.
Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk perempuan, menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan gampong yang berkelanjutan.
“Perempuan sangat berperan besar dalam upaya penurunan angka kemiskinan. Perannya terlihat sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus sebagai pendidik melalui pola asuh anak dalam keluarga,” kata Ritasari, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, selama ini pemerintah gampong di Banda Aceh telah membuka ruang partisipasi masyarakat dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan. Program tersebut meliputi kegiatan PKK, Posyandu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), pelatihan keterampilan, hingga program peningkatan ekonomi keluarga.
Ritasari menilai, pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari pemberdayaan masyarakat karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Untuk mendukung program tersebut, seluruh gampong di Banda Aceh telah mengalokasikan anggaran khusus melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) guna memperkuat berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, dukungan anggaran tersebut penting agar program-program yang dijalankan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Ke depan, DPMG Banda Aceh akan terus memperkuat kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat gampong. Program tersebut mencakup pelatihan kader hingga peningkatan kapasitas aparatur gampong untuk melahirkan program pemberdayaan yang lebih efektif.
“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus kami agar masyarakat semakin berdaya dan mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan gampong,” ujarnya.
Ritasari menambahkan, pembangunan gampong yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat diyakini akan menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan warga.
Melalui penguatan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan gampong yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK













