Home / Internasional / Pemerintah

Selasa, 8 April 2025 - 10:47 WIB

Dubes RI Untuk Kamboja Imbau warga lebih Bijak Terima Tawaran Kerja di Luar Negeri

mm Redaksi

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto. (Foto : Wikipedia).

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto. (Foto : Wikipedia).

Banda Aceh – Maraknya warga Indonesia menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar dan Kamboja dengan perekrutan ilegal yang kerap menjerat para perkerja dengan memberikan penawaran yang menggiurkan kepada masyarakat, Selasa.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja Santo Darmosumarto mengatakan, agar warga lebih bijak dan berhati-hati dalam menyikapi tawaran gaji besar, pekerjaan mudah dan tanpa keahlian.

“Saya mengimbau agar warga Indonesia lebih bijak dan berhati-hati dalam menyikapi tawaran gaji besar, pekerjaan mudah dan tanpa keahlian. Apalagi kalau tawaran tersebut di bidang-bidang yang melanggar hukum dan bagi yang sudah terlanjur berangkat bekerja di luar negeri, agar melakukan lapor diri di Perwakilan RI terdekat atau secara daring melalui Portal Peduli WNI. Setidaknya upaya ini akan memastikan data terkait keberadaan WNI di negara tersebut tercatat dengan baik,” Kata Dubes Santo Darmosumarto Kepada Kantor Berita NOA.co.id, 8 April 2025.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati Iswanto, Sekda Aceh Besar Buka PKM Internasional di Ie Seum

Sebelumnya, Pemerintah Berhasil memulangkan 554 orang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myawaddy, Myanmar, (18/3).

Baca Juga :  Peduli Peran Punyuluh Agama, Pj Bupati Aceh Besar Terima Penghargaan dari Menteri Agama RI 

Repatriasi tersebut dilakukan dengan dukungan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon dan Bangkok.

“Arahan Presiden sangat jelas, bahwa keselamatan WNI di luar negeri adalah prioritas utama. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan bagi warga negara kita,” ungkap Menteri Luar Negeri, Sugiono dalam keterangan resmi, 18 Maret 2025.

Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan Ke-400 WNI tersebut diseberangkan ke kota Maesot di wilayah Thailand melalui 2nd Friendship Bridge.

Baca Juga :  Kemlu RI Imbau seluruh WNI agar waspada dan bijak menerima tawaran kerja di luar negeri

“Terdapat 5 warga Aceh dalam rombongan pemulangan WNI tersebut,” Kata Judha kepada Kantor Berita NOA.co.id, (18/3).

Keseluruhan berasal dari 21 Provinsi dimana provinsi asal terbanyak adalah Sumut, Bangka Belitung, Jabar, Jakarta, Sulut.

Tim Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri beserta KBRI Bangkok dan Yangon serta Hubinter Polri melakukan identifikasi, mengawal dan membersamai mereka sejak dari Myawaddy hingga ke tanah air.

“Kelancaran proses penyeberangan WNI dari Myawaddy berkat koordinasi intensif dan dukungan penuh dari otoritas Thailand dan Myanmar,” Terang Judha.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Utara

Pacu Pembangunan Aceh Utara, Bupati Temui Sejumlah Menteri di Jakarta

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Sebut Aceh Besar Siap Kucurkan Dana Desa 2024, Empat Gampong telah Tuntaskan Dokumen APBG 2024

Daerah

Pemkab Pidie Dapat Penghargaan Dari BPKP Aceh Atas Pencapaian SPIP Level 3, APIP Level 2, MRI Level 2, dan IEPK Level 3

Daerah

Kakanwil Ditjenpas Aceh Serahkan SK Remisi Khusus Idul Fitri bagi 4.840 Warga Binaan

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Tinjau Kebun Jagung dan Melon Yonif Raider 112/DJ

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tinjau Pascabanjir di Jambak, Canggai, dan Lawet, Serahkan Bantuan untuk Warga

Aceh Barat

Kepala Bappeda Aceh Barat Berikan Kuliah Umum di IPB University

Aceh Besar

Jelang Ramadhan, Wagub Aceh dan Plt Sekda Aceh Besar Pastikan Stok Beras Aman