Home / Sport

Rabu, 26 November 2025 - 10:11 WIB

Euforia Baru Dari Blang Paseh Ketika Sepak Bola Menghidupkan Kembali Kota Sigli

mm Amir Sagita

Foto bersama Tim Liga 4 PSAP Sigli

Foto bersama Tim Liga 4 PSAP Sigli

Sigli – Pada suatu sore yang teduh di Kota Sigli, aroma kopi dari warung-warung pinggir jalan bercampur dengan obrolan hangat tentang satu hal yang sama: sepak bola kembali pulang ke Pidie. Setelah bertahun-tahun menunggu momen besar, masyarakat akhirnya mendapat kabar yang membuat jantung para pecinta bola berdetak lebih cepat—Stadion Blang Paseh terpilih sebagai tuan rumah Babak Delapan Besar Liga 4 PSSI Aceh 2025–2026.

Kabar itu datang lewat surat Asprov PSSI Aceh, bernomor 174/PSSI-Aceh/X/2025, yang menetapkan tanggal 13 Desember 2025 sebagai hari dimulainya pertarungan delapan klub terbaik Aceh. Sontak, atmosfer Sigli berubah. Kota kecil yang biasanya tenang mendadak berdenyut dengan energi baru, seolah bersiap menyambut pesta yang sudah lama dinantikan.

Menyambut Para Kesatria Lapangan Hijau

Delapan tim terbaik Aceh akan bertarung habis-habisan:
PSAP Sigli, PSST Simpang Tiga, PSGL Gayo Lues, Alfarlaky FC Aceh Timur, Persas Sabang, Persabar Meulaboh, PSAB Aceh Besar, dan Kuala Nanggroe Banda Aceh.

Baca Juga :  Walikota Solo dan Ketum PRSI Resmi Membuka International Robosport Tournament FIRA Indonesia Open 2025 di Solo TechnoPark

Mereka dibagi ke dalam dua grup besar—Grup E dan F—yang masing-masing berisi cerita, gaya bermain, dan ambisi berbeda. Namun semua mengarah pada satu tujuan: menjadi yang terbaik di antara yang terbaik.

Di Grup F, sang tuan rumah PSAP Sigli memikul harapan besar publik. Mereka tidak hanya bermain untuk kemenangan, tetapi juga untuk harga diri kota. Sementara lawan-lawannya—Persabar Aceh Barat, PSAB Aceh Besar, dan PSGL Gayo Lues—datang membawa semangat untuk merebut panggung dari pemilik rumah.

Pidie dan Kerinduan yang Terbayar

Bagi masyarakat Pidie, sepak bola bukan sekadar olahraga; ia adalah hiburan, kebanggaan, dan denyut kultur yang menyatukan. Banyak yang masih mengingat masa ketika stadion penuh sesak, lengkap dengan teriakan suporter yang menggelegar. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tontonan besar terasa jauh, seakan hilang dari kalender kota.

Karenanya, kabar Blang Paseh menjadi tuan rumah disambut seperti seorang sahabat lama yang akhirnya pulang.

Di sela-sela obrolan sore di sebuah warung kopi, Irwansyah, pendukung setia PSAP Sigli, berkisah dengan mata berbinar:

Baca Juga :  Terkait Keluhan di Venue Layar, Begini Penjelasan PB PON Aceh

“Kami sangat berterimakasih kepada Asprov PSSI Aceh atas kepercayaannya kepada Pidie. Masyarakat sudah lama ingin menonton pertandingan berskala besar. Liga 4 Aceh pun tidak kalah seru, karena tim-tim yang lolos ke Delapan Besar semuanya berkualitas.”

Irwansyah lalu terdiam sejenak, seolah membayangkan riuh tribun yang akan segera kembali menggema. “Alhamdulillah, kita bisa menonton kembali tim-tim terbaik di Aceh,” ujarnya sambil tersenyum.

Kerinduan publik Pidie bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan—tentang keluarga yang datang ke stadion, anak-anak yang mengecat wajahnya, hingga pedagang kecil yang menyiapkan dagangan ekstra karena tahu stadion akan penuh.

Blang Paseh, Sang Panggung Utama

Stadion Blang Paseh perlahan bersolek. Rumput diperkeras, garis lapangan dicat ulang, tribun dibersihkan dari debu. Panitia lokal bekerja siang-malam memastikan pertandingan berjalan aman dan nyaman.

Di balik persiapan teknis itu, ada harapan besar yang tidak terlihat oleh mata: harapan bahwa event ini mampu menghidupkan kembali gairah sepak bola di Sigli, membuka peluang baru bagi talenta muda, dan mengembalikan kejayaan yang dulu sempat redup.

Baca Juga :  Laskar Bentara Blang Menyalakan Asa: PSST Perkenalkan 28 Pemain untuk Liga 4

Menanti Dentum Kick-Off

Selluruh Kota Sigli kini serasa berdetak menuju satu tanggal: 13 Desember 2025. Pada hari itu, stadion yang mungkin sudah lama merindukan hiruk pikuk penonton akhirnya kembali bernafas.

PSAP Sigli akan turun sebagai tuan rumah, membawa ambisi dan beban sekaligus. Namun satu hal pasti: mereka tidak berjuang sendirian. Ribuan pasang mata akan mengiringi, ratusan suara akan menggema, dan satu kota akan memeluk mereka dalam doa yang sama—menjadi kebanggaan Aceh.

Babak Delapan Besar ini bukan sekadar turnamen. Ia adalah cerita tentang harapan, kesetiaan, dan semangat sebuah kota yang kembali bangkit lewat sepak bola.

Dan ketika peluit pertama ditiup, seluruh Sigli akan berseru bersama: Selamat datang kembali, sepak bola!

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Pj Gubernur Safrizal Pimpin Rapat Persiapan Kunjungan Presiden RI untuk Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024

Sport

Piala Soeratin U-17 tahun 2025, Bantai Persada 4-0, Persas ke Semifinal

Parlementaria

Komite III DPD RI Minta Permasalahan PON XXI Aceh-Sumut Tidak Terulang Lagi

Daerah

Federasi Aero Sport Kota Banda Aceh Resmi Dikukuhkan

Sport

Seleksi Sepak Bola Pora, 250 Pemain di Pidie Unjuk Gigi

Sport

Tekuk Alfarlaky 1-0, CST lolos ke Semifinal Piala Bupati Pidie

Sport

Sukseskan PON XXI 2024, Garuda Indonesia Siapkan 28 Ribu Kursi Tambahan Dari dan Menuju Aceh Dan Medan

Daerah

SSB Sejati Beutong Gelar Turnamen Perdana Usia Dini 2024