Simeulue – Di tengah padatnya agenda Reses Tahap I Tahun 2026, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. Iskandar, menggelar buka puasa bersama dengan para jurnalis di Kabupaten Simeulue, Rabu (25/8/2026).
Dalam suasana santai namun substantif, Iskandar mengundang seluruh wartawan tanpa membedakan latar belakang organisasi. Sejumlah jurnalis menilai langkah tersebut sebagai bentuk sikap inklusif di tengah dinamika internal organisasi pers di Kabupaten Simeulue.
“Salut buat Bang Iskandar. Ia memberi contoh bahwa membangun daerah perlu kebersamaan,” ujar seorang wartawan usai kegiatan. Ia membandingkan pertemuan itu dengan agenda serupa yang disebutnya hanya melibatkan satu organisasi tertentu.
Pendapat senada disampaikan jurnalis lain. Menurut dia, langkah politikus Partai Golkar tersebut mencerminkan kepemimpinan yang merangkul. “Ia tidak mengkotak-kotakkan wartawan di Simeulue,” katanya.
Tak hanya berdialog dengan pers, selama masa reses di kabupaten kepulauan yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil lobster di Aceh itu, Iskandar juga meninjau sejumlah persoalan infrastruktur. Salah satunya kondisi Jembatan Sungai Lalla Bahagia di Kecamatan Salang yang dilaporkan rusak parah.
Di lokasi, Iskandar menghubungi pimpinan DPRA untuk meminta agar Pemerintah Aceh segera memberi perhatian dan mengalokasikan pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut kerusakan infrastruktur itu berdampak langsung pada mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Selain menyerap aspirasi, Iskandar juga menyerahkan bantuan kebutuhan mendesak kepada masyarakat, antara lain perlengkapan pengeras suara untuk tempat ibadah serta bantuan beras bagi warga yang membutuhkan.
Iskandar mengatakan sinergi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan insan pers menjadi kunci pembangunan Simeulue. “Pers adalah mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat dan mengawal pembangunan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut, menurut dia, bukan sekadar agenda seremonial reses, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi yang transparan dan kolaboratif demi percepatan pembangunan di Simeulue.
Editor: Redaksi











