Home / Pemerintah Aceh

Selasa, 28 April 2026 - 08:34 WIB

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

mm Redaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf bertemu Dubes UEA Abdulla Salem Al-Dhaheri membahas peluang investasi dan pembukaan rute penerbangan, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Gubernur Aceh Muzakir Manaf bertemu Dubes UEA Abdulla Salem Al-Dhaheri membahas peluang investasi dan pembukaan rute penerbangan, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jakarta – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan. Tim ini mulai bekerja pada Mei 2026 ini.

Kesepakatan tersebut terjadi dalam pertemuan audiensi Gubernur Aceh dan Dubes UEA, Senin (27/4/2026). “Ini kunjungan audiensi, sekaligus kita membuka ruang usaha untuk mereka di Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Dubes UEA yang berada di Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Mualem didampingi staf khususnya, Dr Suraiya IT, HM Fauzan Kamil Lc MA, ⁠H Teuku Irsyadi, ⁠Iskandarsyah Bakrie Saadudin, dan Vanda Mutia.

Baca Juga :  Gubernur Muzakir Manaf: Penghapusan Barcode Demi Kenyamanan Bersama

Sedangkan Duta besar UEA didampingi Manejer Emirates Indonesia Majid Alfalasi, Manejer Etihad Indonesia, dan beberapa pejabat tinggi Kedutaan Besar UEA bidang investasi dan perdagangan.

Nurlis menjelaskan, bahwa dalam pertemuan tersebut Mualem memaparkan sejumlah peluang investasi untuk investor UEA. “Sektor perminyakan, gas, pertambangan, dan juga pabrik olahan minyak sawit menjadi minyak goreng,” kata Nurlis.

Selain itu, kata Nurlis, Gubernur Aceh juga menjelaskan mengenai potensi perdagangan ekspor produk pertanian Aceh ke UEA. “Tentu dalam bentuk produk olahan,” kata Nurlis. “Seperti minyak nilam dan kayu gaharu sebagai bahan baku parfum yang sering digunakan warga Arab.”

Baca Juga :  Sekda Aceh Pimpin Rapat Penyusunan R3P Pascabencana Hidrometeorologi di 18 Kabupaten/Kota

Selain itu, Nurlis menambahkan, Gubernur juga memaparkan produk turunan kelapa yang banyak diminati pasar Timur Tengah (minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang kelapa, sabut kelapa). “Selain itu, juga mengenai biomassa energi terbarukan seperti wood pelet, karbon aktif dari cangkang kelapa dan cangkang kelapa sawit untuk kebutuhan industry,” katanya.

Dubes UEA sangat menyambut baik ajakan Gubernur Aceh untuk berinvestasi dan menjalin hubungan kerjasma dagang. Emirates dan Etihad juga menyatakan keinginannya membuka kantor dan rute penerbangan dari Aceh ke UEA dengan penerbangan lanjutan ke Arab Saudi untuk jamah umroh dari Aceh dan kota lain yang transit di Aceh.

Baca Juga :  Perkuat Kolaborasi, Ketua PKK Aceh Kunjungi Dirjen Bina Adwil Kemendagri

Selain itu, Nurlis menambahkan, bahwa Dubes UEA akan ikut membantu Pemerintah Aceh dalam pemulihan pembangunan pasca bencana di Aceh. “Misalnya pembangunan tempat tinggal, lahan pertanian dan jalan raya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dubes UEA menegaskan kembali rencana investasi Mubadala Energy UEA untuk membangun fasilitas logistik shorebase untuk mendukung eksplorasi blok Andaman di Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Pastikan Proses Kerja Sama Media Berjalan Profesional

Pemerintah Aceh

Gubernur Muzakir Manaf Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh 

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Surati Presiden Prabowo, Minta Revisi PoD Lapangan Tangkulo South Andaman

Nasional

Gubernur Aceh Ikuti Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Wilayah Sumatra

Pemerintah Aceh

Hardiknas 2026, Wagub Aceh Tekankan Pembelajaran Mendalam untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pemerintah Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Laksanakan Survei Kepuasan Masyarakat

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhlullah Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam Rangka HUT RI ke-80 

News

Pemerintah Aceh Dukung Penuh Pembangunan Pembangkit Listrik Panas Bumi