Home / Daerah

Selasa, 24 Februari 2026 - 22:10 WIB

Gunakan Umur dan Kesehatan untuk Beribadah

mm Amir Sagita

Jamaah shalat tarawih di Mesjid Babussalam Kalee, Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, saat mendengarkan tausiah ramadhan dari Tgk Khairul Rizki, Selasa (24/2/2026) (Foto. Amir Sagita.NOA.co.id).

Jamaah shalat tarawih di Mesjid Babussalam Kalee, Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie, saat mendengarkan tausiah ramadhan dari Tgk Khairul Rizki, Selasa (24/2/2026) (Foto. Amir Sagita.NOA.co.id).

Sigli – Malam tujuh ramadhan jamaah tarawih duduk bersaf-saf, sebagian masih memegang tasbih, sebagian lagi khusyuk menyimak tausiyah yang mengalir tenang namun penuh penekanan: umur dan kesehatan adalah modal terbesar manusia.

Pesan itu disampaikan Tgk Khairul Rizki, siswa Dayah Ulee Titi, Kabupaten Aceh Besar dalam rangkaian safari Ramadan di Kemukiman Kalee, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Selasa (24/2/2026).

Dengan suara yang tegas namun bersahaja, putra kelahiran Kecamatan Batee itu mengingatkan bahwa dalam hidup, setiap orang membutuhkan modal. Modal untuk dunia, dan terlebih lagi modal untuk akhirat. Namun tidak semua modal berbentuk harta.

Baca Juga :  Polda Aceh dan Jajaran Siap Amankan Pilkada Serentak 2024

“Allah telah memberikan kita umur dan kesehatan. Itulah modal utama. Maka gunakanlah untuk beribadah kepada-Nya, apalagi di bulan suci Ramadan,” pesannya di hadapan jamaah.

Ramadan, kata Tgk Khairul, bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah ruang pembuktian. Di bulan inilah manusia diuji, apakah waktu yang diberikan benar-benar dimanfaatkan untuk mendekat kepada Allah SWT atau justru terbuang sia-sia.

Memasuki hari ketujuh Ramadan, ia mengajak jamaah untuk memperbanyak amal: memperbanyak salat sunnah, bersedekah, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Menurutnya, Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga membaca dan mentadabburi ayat-ayat suci menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

“Kesempatan ini tidak selalu datang. Umur kita tidak ada yang tahu sampai kapan. Maka jangan sia-siakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Momen HUT SPS ke 78, Kabar Nanggroe Resmi Mendaftar

Tidak hanya itu, Tgk Khairul juga menyoroti pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak lalai dalam mendidik anak-anaknya dengan ilmu agama Islam. Jika tidak mampu membina sendiri di rumah, maka memasukkan anak ke dayah-dayah di Aceh menjadi pilihan yang sangat dianjurkan.

Bagi masyarakat Aceh, dayah bukan sekadar lembaga pendidikan. Ia adalah benteng akidah, tempat lahirnya generasi yang memahami agama sekaligus berakhlak. Pesan itu disampaikan dengan nada yang sarat harapan: agar orang tua tidak hanya memikirkan masa depan dunia anak-anaknya, tetapi juga keselamatan akhirat mereka.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Sabang Pastikan Orang Asing di Sabang Tidak Melanggar Hukum

Di penghujung tausiyah, Tgk Khairul mengajak jamaah untuk memperbanyak syukur. Sebab tidak semua orang diberi kesempatan bertemu Ramadan dalam keadaan sehat. Ada yang diuji dengan sakit, ada yang telah lebih dulu dipanggil menghadap Sang Khalik.
Malam semakin larut.

Jamaah perlahan meninggalkan masjid dengan wajah-wajah yang tampak lebih teduh. Di antara hembusan angin malam Muara Tiga, pesan itu terasa sederhana namun mendalam: selama umur masih ada dan kesehatan masih melekat, jangan tunda beribadah. Karena sejatinya, itulah modal yang paling berharga.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Daerah

BNN Pidie Upayakan Pencegahan Peredaran Narkoba

Daerah

Kajati Aceh Resmikan Ruangan Podcast “Ngopi Bajak” (Ngopi Pinter Bareng Jaksa)

Daerah

Polres Aceh Selatan Amankan Pemakai sekaligus Pengedar Sabu

Aceh Barat

Kontingen Aceh Barat Target Tiga Besar di Popda Aceh

Daerah

Komisi III DPR RI; PT BNA Layak Naik ke Tipe A

Daerah

Dasco : Satgas DPR RI Akan Berkantor di Aceh

Daerah

Gawat! TKD Dipangkas, Gubernur Aceh Khawatir Gaji ASN Tak Terbayar

Daerah

Pemerintah : 4.263 Unit Huntara Rampung di Tiga Provinsi Terdampak Bencana