Home / Ekbis / Nasional / Pemerintah

Minggu, 4 Mei 2025 - 21:28 WIB

Harga kelapa mencekik rakyat, Pemerintah Akan Kenakan Pungutan Ekspor

mm Redaksi

Gedung Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Foto: haryanta.p/Shutterstock

Gedung Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Foto: haryanta.p/Shutterstock

Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal mengenakan pungutan ekspor (PE) untuk komoditas kelapa. Kebijakan ini imbas meroketnya harga kelapa di pasaran hingga Rp 25.000 per butir.

Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Kemendag Farid Amir mengatakan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 132 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Perkebunan, selain kelapa sawit, pemerintah telah menambahkan kakao dan kelapa butir sebagai komoditas yang memiliki dana perkebunan.

Dalam hal ini dana dihimpun oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan yang bertujuan untuk mendorong pengembangan perkebunan dalam negeri yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Kemendag: Pengendalian Produk Tembakau Perlu Dukungan Industri Hulu dan Hilir  

“Adapun sumber dananya, salah satunya berasal dari pelaku usaha perkebunan melalui pungutan ekspor dan iuran. Dengan demikian, kelapa [butir] akan dikenakan tarif pungutan ekspor,” ucap Farid, Sabtu 3 Mei 2025.

Saat ini, kata Farid, Kemendag sedang menyusun Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai perangkat hukum pengenaan PE komoditas kelapa tersebut.

Baca Juga :  Mendag : Jelang Idul Adha 1445 H, Harga Bapok Stabil dan Stok Terjaga

Ihwal moratorium ekspor komoditas kelapa selama 6 bulan, Farid menerangkan sampai saat ini progresnya masih dibahas bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Proses usulan moratorium saat ini masih dibahas bersama di Menko Perekonomian,” lanjutnya.

Menurutnya usulan ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan di Bidang Perdagangan, pengaturan larangan dan pembatasan untuk ekspor-impor yang mesti disepakati pada rapat koordinasi (rakor) yang diselenggarakan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Baca Juga :  Mei mendatang, KBRI Abuja dan ITPC Lagos hadirkan produk halal indonesia di Nigeria   

Sebelumnya Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) meminta pemerintah menghentikan izin sementara alias moratorium ekspor kelapa bulat untuk meredam kenaikan harga di pasaran.

Ketua Harian HIPKI, Rudy Handiwidjaja, membenarkan harga kelapa bulat terus meroket setidaknya sejak pertengahan tahun 2024. Kini harganya sudah menembus Rp 25.000-30.000 per butir, dari kondisi normal Rp 8.000-10.000 per butir.

Editor: Amiruddin. MKSumber: https://Kumparan.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Illiza Sa’aduddin Djamal Jalani Pendataan Sensus Ekonomi, Minta Warga Berikan Data yang Akurat

Hukrim

Pegang Teguh Integritas, Kejaksaan Tinggi Aceh Resmi Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025

Daerah

Fadhil Ilyas Sebagai Plh Direktur Utama Bank Aceh

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto: Momentum Maulid Akbar untuk Teladani Rasulullah dalam Kepemimpinan  

Daerah

Enam Bulan Tanpa Insentif, Aparat Desa di Kabupaten Simeulue Mengeluh

Ekbis

Dukung Prestasi Atlet PON, BSI Serahkan Jersey Atlet untuk Pelatda

Pemerintah

Pj Gubernur Inspektur Upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2024

Daerah

Pj Gubernur Aceh Kembali Tinjau Penyiapan Venue PON