Home / Aceh Barat Daya

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:44 WIB

Harga Murah, Petani Jengkol Curiga Ada Permainan Tengkulak

mm Teuku Nizar

T. Yeli Yanda di kebun jengkol miliknya. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

T. Yeli Yanda di kebun jengkol miliknya. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Petani jengkol di Kabupaten Aceh Barat Daya mengeluhkan anjloknya harga jual jengkol yang kini hanya berkisar Rp3.000 per kilogram di tingkat petani.

Kondisi ini dinilai tidak wajar dan diduga kuat akibat adanya permainan harga oleh para tengkulak yang menguasai jalur distribusi.

Salah seorang petani jengkol di Kecamatan Manggeng, T. Yeli Yanda, mengaku terpukul dengan harga yang sangat rendah tersebut.

Menurutnya, harga jengkol saat ini bahkan tidak sebanding dengan biaya perawatan kebun dan ongkos panen yang harus dikeluarkan petani.

“Harga sekarang hanya Rp3.000 per kilo. Ini sangat merugikan kami sebagai petani. Biaya panen saja hampir tidak tertutup, belum lagi perawatan kebun dari awal,” ujar Yeli Yanda kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, jengkol merupakan komoditas tahunan yang membutuhkan waktu lama untuk berbuah. Namun, ketika musim panen tiba, petani justru dihadapkan pada harga yang jatuh drastis tanpa kejelasan mekanisme pasar yang adil.

Baca Juga :  Intel Kodim 0110 Abdya Ciduk 3 Pemuda Saat Pesta Sabu

“Kalau dibilang stok melimpah, di daerah lain harga masih jauh lebih tinggi. Tapi di sini tiba-tiba jatuh. Kami curiga ada permainan tengkulak,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga jengkol di sejumlah daerah lain di Aceh maupun luar provinsi masih berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp15.000 per kilogram, tergantung kualitas dan ukuran.

Perbedaan harga yang mencolok ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan petani Aceh Barat Daya.

Para petani menduga, tengkulak memanfaatkan lemahnya akses petani terhadap pasar langsung serta minimnya peran pemerintah dalam pengawasan rantai distribusi hasil pertanian.

“Kami tidak punya pilihan lain selain menjual ke tengkulak. Kalau tidak dijual, jengkol akan rusak. Ini yang membuat kami terpaksa menerima harga murah,” ungkap Adnan seorang petani lainnya.

Baca Juga :  Pemkab Abdya Kembali Terima WTP dari BPK RI

Kondisi ini membuat petani berada di posisi yang sangat lemah. Tidak adanya koperasi tani aktif atau sistem penjualan langsung ke pasar besar menyebabkan petani sepenuhnya bergantung pada tengkulak sebagai perantara.

Akibatnya, keuntungan lebih besar justru dinikmati pihak perantara, sementara petani sebagai produsen utama hanya mendapatkan sisa yang tidak sebanding dengan jerih payah mereka.

“Kalau terus begini, petani bisa kapok merawat jengkol. Padahal ini salah satu komoditas unggulan di sini,” kata Yeli.

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya segera turun tangan untuk menstabilkan harga jengkol dan menyelidiki dugaan permainan harga di lapangan.

Mereka juga meminta adanya intervensi melalui pembentukan koperasi tani, pembukaan akses pasar, serta pengawasan terhadap praktik monopoli oleh tengkulak.

Baca Juga :  Bersilaturahmi ke Aceh Barat Daya, Om Bus Disambut Antusias Simpatisan 

“Pemerintah jangan hanya fokus pada padi dan sawit. Jengkol juga sumber penghidupan banyak warga. Kalau harga dibiarkan seperti ini, petani yang paling menderita,” tegas Yeli.

Selain itu, petani meminta dinas terkait melakukan pendataan produksi dan distribusi jengkol agar harga tidak mudah dipermainkan oleh segelintir pihak.

Anjloknya harga jengkol tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga petani di pedesaan.

Banyak petani mengandalkan hasil jengkol untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, hingga modal tanam komoditas lain.

Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa solusi konkret, dikhawatirkan akan terjadi penurunan minat bertani jengkol yang pada akhirnya berdampak pada pasokan dan stabilitas harga di masa mendatang.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Kalangan DPRK Minta Penyediaan Gudang Pupuk Penyangga di Kabupaten Abdya

Aceh Barat Daya

Pj Bupati Tinjau RTLH Sasaran Program TMMD

Aceh Barat Daya

Cegah Sebaran Covid-19, Babinsa Kodim Abdya Gencarkan Edukasi Prokes

Aceh Barat Daya

Pemkab Abdya Siap Hibahkan Tanah, Safaruddin Akan Bangun GOR Senilai 16 Miliar Rupiah

Aceh Barat Daya

LSM Kompak Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Pelaku Pungli

Aceh Barat Daya

Aspal Lantai Jembatan Krueng Beukah Mengelupas, Warga Khawatir Terjadi Kecelakaan

Aceh Barat Daya

Jalan Baru Program TMMD Kodim Abdya Capai 90 Persen

Aceh Barat Daya

Perhari ini, Lima Balon Keuchik Keude Siblah Menyerahkan Berkas