Home / Aceh Jaya / Pemerintah

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Hari Damai Aceh ke-21, Aceh Jaya Gelar Zikir Akbar

mm Redaksi

Peserta mengikuti Zikir Akbar Damai Aceh Mulia dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh ke-21 di Taman Memorial Tsunami Calang, Aceh Jaya, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Jaya

Peserta mengikuti Zikir Akbar Damai Aceh Mulia dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh ke-21 di Taman Memorial Tsunami Calang, Aceh Jaya, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Jaya

Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat mengikuti Zikir Akbar Damai Aceh Mulia dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh ke-21.

Kegiatan berlangsung di Taman Memorial Tsunami Calang, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (15/8/2026), diikuti kepala SKPK, unsur vertikal, BUMN dan BUMD, tokoh agama, alim ulama serta masyarakat.

Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D, mengajak masyarakat menjadikan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh sebagai momentum untuk mengenang 15 Agustus 2005, saat perdamaian ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka.

Baca Juga :  Samsi Barmi Apresiasi Kinerja Eksekutif Kendalikan Inflasi

Menurut Muslem, 21 tahun perdamaian telah membawa berbagai perubahan bagi Aceh, termasuk Aceh Jaya yang sebelumnya turut merasakan dampak konflik dan bencana tsunami. Ia menilai perdamaian tidak hanya dimaknai sebagai berakhirnya konflik, tetapi juga harus menghadirkan keadilan, kesejahteraan dan harapan bagi masyarakat.

“Perdamaian sejati bukan hanya tentang tidak adanya konflik, tetapi tentang hadirnya keadilan, kesejahteraan, dan harapan di setiap rumah, di setiap gampong, dan di setiap hati masyarakat Aceh Jaya,” kata Muslem.

Ia menambahkan, pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, pemerataan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian dan komitmen bersama.

Baca Juga :  Harapan Bupati Ayahwa kepada Jamaah Calon Haji Aceh Utara

Sementara itu, mantan kombatan sekaligus mantan Bupati Aceh Jaya dua periode, Azhar Abdurrahman, menilai kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberlangsungan perdamaian. Menurutnya, perdamaian yang telah terwujud harus diikuti dengan upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sementara itu, mantan kombatan sekaligus mantan Bupati Aceh Jaya dua periode, Azhar Abdurrahman, menilai keberlangsungan perdamaian perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Presiden Terbitkan Perpres Tunjangan Khusus Rp30 Juta bagi Dokter Spesialis di Daerah Terpencil

Ia menyebut persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, pembangunan di bidang tersebut penting untuk memperkuat kondisi sosial masyarakat sekaligus menjaga stabilitas perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun.

“Menjaga perdamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat,” kata Azhar.

Zikir dan doa bersama berlangsung dalam suasana khidmat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan 21 tahun perdamaian Aceh sekaligus memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antarelemen masyarakat.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Tinjau Progres TMMD Ke-127 di Woyla, Pastikan Program Tepat Sasaran

Internasional

Wali Nanggroe Terima Dubes Rusia, Bahas Peluang Kerja Sama Aceh–Moskow

Pemerintah

Plt Sekda Aceh Bersama Pj Ketua PKK Hadiri Maulid Pemko Banda Aceh

Nasional

Lifter Aceh Nurul Akmal Jadi Penyulut Api di Pembukaan PON Aceh-Sumut 2024

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Ajak Masyarakat Rutin Donor Darah 

Daerah

Pj Bupati Simeulue Sampaikan LKPJ Tahun 2023

Aceh Besar

Bertekad Pertahankan Juara Umum, Pemkab Aceh Besar Gelar TC Qari dan Qariah MTQ ke-36 Aceh 

Internasional

KBRI Kuala Lumpur Telusuri 17 Perempuan Asal Indonesia diduga jadi korban TPPO