Home / Advetorial / Pemerintah Aceh

Kamis, 31 Juli 2025 - 20:49 WIB

Hari Pustakawan Indonesia Jadi Momentum Transformasi Layanan Perpustakaan

Redaksi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP, M.SP, saat membuka Seminar Nasional dan Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-XIV Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Aceh, di Aula Pustaka Wilayah Aceh, Banda Aceh. Foto: Dok. Dinas Perpustakaan dan Kerarsipan Aceh

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP, M.SP, saat membuka Seminar Nasional dan Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-XIV Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Provinsi Aceh, di Aula Pustaka Wilayah Aceh, Banda Aceh. Foto: Dok. Dinas Perpustakaan dan Kerarsipan Aceh

Banda Aceh – Profesi pustakawan kini mendapat pengakuan resmi dari negara melalui penetapan 7 Juli sebagai Hari Pustakawan Indonesia. Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 81/M/2025 itu dianggap sebagai tonggak sejarah baru, sekaligus dorongan bagi pustakawan untuk semakin relevan di era digital.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra menyebutkan bahwa Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) sebagai organisasi profesi memiliki peran besar dalam mengembangkan kualitas pustakawan.

Dalam Seminar dan Musyawarah Daerah (MUSDA) Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Aceh yang diselenggarakan beberapa waktu lalu Edi Yandra menyebutkan bahwa tantangan zaman menuntut pustakawan tidak lagi berdiam diri di balik meja, melainkan aktif memahami kebutuhan informasi masyarakat.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Buka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Kab/Kota

“Transformasi layanan perpustakaan hanya bisa berjalan jika ditopang oleh pustakawan yang berdaya dan melek digital,” ujarnya.

Menurut Edi, pustakawan masa kini harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk media sosial, kecerdasan buatan (AI), serta koleksi digital. Mereka juga didorong untuk mengambil peran lebih luas sebagai pendamping literasi dan mitra strategis masyarakat dalam mengakses informasi yang kredibel.

Baca Juga :  Mualem Tegaskan Aceh Harus Bersatu, Konferensi 20 Tahun Damai Hasilkan 10 Rekomendasi

“Melalui pelatihan, sertifikasi, hingga dukungan terhadap program nasional, IPI bisa menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pustakawan,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum IPI Pusat, T. Syamsul Bahri, mengatakan pentingnya kesinambungan organisasi dalam menjaga profesionalisme dan etika pustakawan. Ia menyebut, eksistensi IPI telah diperkuat secara hukum melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Simeulue Sosialisasikan Platform Raport Pendidikan Jenjang SMP

“Pustakawan memiliki tanggung jawab profesional untuk memenuhi harapan pemustaka dengan keunggulan kompetensinya. Karena itu, program kerja ke depan harus menjawab tantangan zaman dan mendukung transformasi layanan perpustakaan,” ujar Syamsul.

Ia juga menyampaikan bahwa berkembangnya media sosial seperti YouTube, TikTok, dan WhatsApp membawa tantangan sekaligus peluang bagi perpustakaan. Pustakawan harus mampu mengelola interaksi dan menyebarkan informasi melalui kanal-kanal tersebut, sembari terus menjadikan perpustakaan sebagai pusat berbagi ilmu, pengalaman, dan keterampilan. (Adv)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Sekretariat DPRA Gelar Donor Darah Tahap I 2026, Dukung Ketersediaan Stok Darah di Aceh

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhlullah Minta Ketum PPP Dukung Revisi UUPA Guna Perpanjangan Dana Otsus Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Hadiri 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026

Advetorial

Gandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, BPKA Gelar FGD Penyusunan Naskah Raqan Pajak Aceh

News

Gubernur Aceh Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2025

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Tinjau Wahana Pesawat Boeing 737 di Asrama Haji, Jadi Manasik Pertama di Indonesia

Advetorial

The Wonder of Nanggroe, Spirit Kejayaan Iskandar Muda di Belantara Perbankan Ibukota

Daerah

Pemprov Aceh Prioritaskan Pembukaan Jalur Darat dan Distribusi Logistik di Hari ke-6 Tanggap Darurat