Home / Pendidikan

Minggu, 9 Juni 2024 - 21:24 WIB

IKA USK Ikut Reboisasi Pantai di Mangrove Park Lampulo

mm Redaksi

Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK) saat menghadiri kegiatan reboisasi penanaman mangrove dikawasan Manggrove Park, Lampulo, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, Sabtu (08/06/2024) (Foto: noa.co.id/FA)

Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK) saat menghadiri kegiatan reboisasi penanaman mangrove dikawasan Manggrove Park, Lampulo, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, Sabtu (08/06/2024) (Foto: noa.co.id/FA)

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK) Amal Hasan, SE, MSi ikut menghadiri kegiatan reboisasi penanaman mangrove dikawasan Manggrove Park, Lampulo, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh, Sabtu (8/6/2024).

Penanaman 2.500 batang mangrove tersebut dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Fakultas Kelautan dan Perikanan USK, Mahasiswa Mata Kuliah Dasar Umum Praktek Kerja Lapangan (MKDU PKL) USK, IKA USK dan para pemangku kepentingan lainnya.

Penanaman dilakukan dihamparan sekitar 8 hektar areal Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo yang disiapkan DKP Aceh sebagai penyangga kawasan pendaratan ikan terbesar di Aceh itu dari gerusan abrasi pantai.

Amal Hasan mengapresiasi kegiatan penghijauan dan penanaman mangrove yang digagas oleh mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan USK tersebut.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Aceh Imbau Sekolah Cegah Bullying Selama MPLS

“Ini menjadi salah satu bukti nyata keterlibatan dan partisipasi serta pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dan juga sebagai salah satu bentuk implementasi tri darma perguruan tinggi,” ujar Amal Hasan.

Amal Hasan berharap penanaman mangrove sebagai upaya merehabilitasi hutan bakau itu dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Upaya yang dilakukan pihak terkait selama ini telah menunjukkan tingkat keberhasilan yang signifikan setelah sebelumnya kawasan tersebut rusak akibat terdampak musibah tsunami pada akhir Desember 2004 silam.

“kita berharap peremajaan dan penanaman kembali mangrove di kawasan pesisir ini terus berlanjut, sehingga nanti bukan hanya sebagai penyangga PPS Lampulo, tapi juga bisa menjadi hutan wisata, taman pendidikan, tempat dilakukannya penelitian.” kata Amal Hasan

Selain itu juga tambah Amal, tempat ini bisa dimanfaatkan sebagai pengembangan berbagai jenis ilmu pengetahuan tentang kelautan dan perikanan, khususnya tentang ekosistem bakau itu sendiri.

Baca Juga :  Pasangan Safwandi - Muslem dikenal dan Dipercaya oleh masyarakat Aceh Jaya

Amal Hasan yang juga Ketua Perhumas Aceh ini juga berharap keberhasilan rehabilitasi mangrove di pesisir Banda Aceh bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Di saat hutan bakau di berbagai daerah rusak akibat peralihan lahan dan penebangan, Aceh berhasil melakukan rehabilitasi.

“Kalau ini terus dikembangkan, ini akan menjadi tempat edukasi dan penelitian yang tentu juga akan menjadi salah satu sumber tambahan bagi penerimaan pendapatan daerah.

“Nah, potensinya besar, apa lagi jika nanti bisa kita kembangkan menjadi kawasan ekowisata dengan beragam flaura dan fauna di dalamnya,” tambah Amal Hasan.

Selain itu kata Amal Hasan, penanaman kembali mangrove bukan saja akan menjaga keragaman hayati dari floura dan fauna di dalamnya, tapi juga akan menjadi pelindung kawasan tersebut dari abrasi.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Sabet Penghargaan Pemprov Peduli Talenta dari Kemdikbud Ristek

Amal Hasan menambahkan setidaknya ada 3 manfaat utama dari pelestarian dan budidaya tanaman mangrove ini, pertama hutan tanaman mangrove punya karakter yang sangat kuat sebagai penyangga kawasan pantai dari abrasi dan erosi laut.

Kedua habitat tanaman mangrove juga menjadi salah satu tanaman yang mampu memproduksi oksigen (O2) dan mampu menyerap karbon (CO2) dalam jumlah yang maksimal.

Kemudian yang ketiga, hutan mangrove ini juga menjadi tumpuan kehidupan dan siklus rantai makanan berbagai biota laut dan flora fauna lainnya.

Disamping itu nantinya bila suatu kawasan hutan mangrove telah dikelola secara baik juga berpotensi menjadi kawasan ekowisata yang dapat menciptakan berbagai peluang ekonomi bagi masyarakat dan daerah, demikian pungkasnya.

Penulis: Hidayat S

Editor: Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Advetorial

Museum Tsunami Aceh Gelar Museum Keliling, Edukasi Mitigasi Bencana Sambangi SMPN 4 Banda Aceh

Banda Aceh

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Aceh Gelar Gerakan Nasional Cerdas

Pemerintah Aceh

Disdik Aceh dan BPKP Percepat Penyaluran Dana BOS untuk Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor

Kesehatan

Empat Ribu Dirawat, 557 Pasien Covid-19 Sembuh Lagi di Aceh

Internasional

Disdikbud Banda Aceh Gandeng Australia Lewat Fatih Volunteering Teaching Program 2026

Aceh Barat

Dekranasda Aceh Barat Dorong Kreativitas Pelajar Lewat Program Masuk Sekolah di Panton Reu

Pendidikan

Peringatan HDI 2021, Hamdani : Setiap Anak Berhak Mendapatkan Pendidikan