Home / Internasional / Peristiwa

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:14 WIB

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Israel, Sirene Meraung di Tel Aviv dan Rudal Guncang Wilayah Utara

mm Redaksi

Kepulan asap terlihat di Teheran setelah serangan gabungan AS-Israel, disusul serangan balasan rudal Iran ke Israel, Sabtu (28/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kepulan asap terlihat di Teheran setelah serangan gabungan AS-Israel, disusul serangan balasan rudal Iran ke Israel, Sabtu (28/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Teheran – Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan ke Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Dilansir Al Jazeera, militer Israel mengonfirmasi bahwa sejumlah rudal yang diluncurkan dari Iran teridentifikasi mengarah ke wilayah Israel. Serangan tersebut memicu bunyi sirene di beberapa wilayah, termasuk Tel Aviv, membuat warga berlarian mencari perlindungan.

“Masyarakat diminta untuk mengikuti instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri,” kata militer Israel dalam pernyataannya.

Militer Israel menyebut Angkatan Udara mereka tengah beroperasi untuk mencegat dan menetralisir ancaman. Namun, mereka juga mengakui bahwa sistem pertahanan tidak sepenuhnya kedap terhadap serangan rudal.

“Pertahanan Israel tidak sepenuhnya kedap, sehingga sangat penting bagi masyarakat untuk terus mematuhi pedoman Komando Pertahanan Dalam Negeri,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Kemlu Koordinasi dengan Otoritas Singapura Terkait Penangkapan Enam WNI
Ledakan di Israel Utara

Laporan menyebutkan ledakan mengguncang wilayah utara Israel saat sistem pertahanan berupaya mencegat rudal Iran. Serangan ini terjadi setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan nasional terhadap Iran.

Iran mengonfirmasi telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel. Melalui pernyataan resmi, Garda Revolusi Iran(IRGC) menyebut gelombang pertama serangan besar-besaran telah dimulai sebagai respons atas agresi militer AS-Israel.

“Sebagai tanggapan atas agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai,” demikian pernyataan IRGC.

Baca Juga :  Ditjen Gakkum Kemenhut melalui Balai Wilayah Sumatera Tetapkan Tersangka Pembalakan Liar
AS-Israel Serang Teheran

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di Teheran. Ledakan terdengar di berbagai wilayah ibu kota Iran, termasuk di sekitar University Street dan kawasan Jomhouri, sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars.

Kantor berita Reuters melaporkan para pejabat Iran telah memperingatkan akan memberikan “respons yang menghancurkan” atas serangan gabungan tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer dilakukan untuk menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran terhadap rakyat Amerika.

“Militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” ujarnya.

Baca Juga :  Dugaan korupsi pengadaan laptop Rp 9,9 triliun, Nadiem Siap Dipanggil Kejagung

Media pemerintah Iran, IRINN, mengonfirmasi serangan Israel pada Sabtu pagi. Siaran sempat mengalami gangguan sebelum kembali menayangkan laporan mengenai kepulan asap dan suara ledakan di beberapa bagian ibu kota.

Iran Tutup Wilayah Udara

Iran dilaporkan telah menutup wilayah udaranya dan tengah menyiapkan respons lanjutan. Kepala Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan Amerika Serikat dan Israel melalui media sosial.

“Kami sudah memperingatkan Anda! Sekarang Anda telah memulai jalan yang ujungnya tidak lagi berada dalam kendali Anda,” tulisnya.

Situasi di kawasan Timur Tengah kini berada dalam kondisi siaga tinggi, dengan potensi eskalasi konflik yang lebih luas dalam beberapa jam ke depan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Colt Diesel Ringsek Akibat Terbalik di Lambaro, Penumpang Mengalami Luka

Internasional

Perkuat Kerja Sama Pertahanan Bilateral, Panglima TNI Courtesy Call Dengan Pimpinan Singapura

Hukrim

KPK : 51% Kasus Korupsi Berasal dari Daerah

Peristiwa

Polisi Tangani Kasus Seorang Pria Meninggal di Kamar Kos

Daerah

Masyarakat Kecewa, Pemerintah Tidak Mampu selesaikan Konflik Buaya di Aceh Singkil

Pemerintah

Menko Polkam: Korban TPPO Mengalami Kekerasan Fisik

Peristiwa

Diduga Tersengat Listrik, Seekor Gajah Ditemukan Mati di Kebun Warga Aceh Tengah

Daerah

Tinjau Pemulihan Bencana di Pidie Jaya, Menko Polkam : ini beban kita semua