Home / Pemerintah Aceh

Senin, 15 September 2025 - 00:41 WIB

Istri Gubernur Aceh Berikan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Keluarga Kurir Paket Korban Pembunuhan di Aceh Timur 

mm Redaksi

Istri Gubernur Aceh, Marlina atau akrab disapa Kak Ana, memberikan bantuan rumah layak huni dan uang tunai untuk keluarga almarhum Bustamam (26), kurir paket korban pembunuhan di Aceh Timur kepada istri almarhum Ismi (25) dan ibu kandung almarhum Halimah saat berkunjung ke rumah duka di Desa Bantayan Barat, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, pada Minggu, (14/9/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Istri Gubernur Aceh, Marlina atau akrab disapa Kak Ana, memberikan bantuan rumah layak huni dan uang tunai untuk keluarga almarhum Bustamam (26), kurir paket korban pembunuhan di Aceh Timur kepada istri almarhum Ismi (25) dan ibu kandung almarhum Halimah saat berkunjung ke rumah duka di Desa Bantayan Barat, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, pada Minggu, (14/9/2025). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

IDI – Istri Gubernur Aceh, Marlina atau akrab disapa Kak Ana, memberikan bantuan rumah layak huni dan uang tunai untuk keluarga almarhum Bustamam (26), kurir paket korban pembunuhan di Aceh Timur.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kak Ana kepada istri almarhum Ismi (25) dan ibu kandung almarhum Halimah saat berkunjung ke rumah duka di Desa Bantayan Barat, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, pada Minggu, (14/9/2025).

“InsyaAllah rumah layak huni ini akan dibangun segera dalam bulan ini,” kata Kak Ana.

Baca Juga :  Waspada Akun FB Palsu Atasnamakan Gubernur Aceh 

Kak Ana menjelaskan, bantuan rumah itu merupakan pemberian pemerintah melalui Bank Aceh Syariah. Sementara uang tunai merupakan sedekah dari Baitul Mal Aceh.

Dalam kesempatan itu, Kak Ana menyampaikan duka cita mendalam terhadap salah satu warganya di Aceh Timur yang mengalami musibah tersebut.

Kak Ana berharap, keluarga yang ditinggalkan dapat diberi ketabahan hati dan senantiasa bersabar. Sementara itu, pihaknya juga akan terus mengawal agar penegakan hukum terhadap pelaku pembunuhan dapat diberikan seadil mungkin.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Aceh Fadlullah Dengarkan Langsung Keluh Kesah Mahasiswa Aceh di Malang

Disamping menyemangati istri dan ibu kandung almarhum, Kak Ana juga turut merangkul anak korban yang masih berusia setahun. Sambil menggendong dan memanjakan balita itu, Kak Ana terus memanjatkan doa agar kelak ia menjadi anak yang solehah.

Sebagaimana diketahui, Bustamam (26) warga Desa Bantayan Barat, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Aceh tewas dibunuh oleh temannya sesama kurir paket berinisial RA (25). Kasus ini berawal dari penemuan sesosok jenazah di Desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, pada Rabu (3/9) malam.

Baca Juga :  Mualem Tiba di Banda Aceh, Langsung Bekerja Hingga Larut Malam 

Dalam pemeriksaan terungkap, RA memang sudah berniat membunuh korban untuk mengambil uangnya. Bahkan untuk menjalankan aksinya, pelaku disebut sudah mempersiapkan pisau.

RA nekat membunuh Bustamam karena sudah menghabiskan uang bayar di tempat (COD) yang dibayarkan costumer-nya.

Uang dari costumer justru dipakai RA untuk bermain judi online. Sehingga RA kemudian membuat perencanaan untuk membunuh korban dengan menyiapkan pisau agar dapat mengambil uang korban.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

HIPMI, Kadin, dan IWAPI Kolaborasi Dukung Pemulihan Aceh: Sekda M. Nasir Paparkan Kondisi Terbaru Bencana

Daerah

Kemenko Polkam Tegaskan Pemerataan Akses Digital di Aceh

Parlementaria

DPRA Bentuk Satgas Khusus Kawal Pemulihan Bencana Hidrometeorologi di Aceh

News

Plt Sekda Aceh: Sinkronisasi RPJM Kabupaten, Provinsi dan Nasional Penting untuk Wujudkan Visi Misi Pemerintah 

Pemerintah Aceh

Trans Kutaraja Genap 1 Dekade, Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Lanjutkan Layanan Transportasi Gratis

News

Pemerintah Aceh Raih WTP ke-10 Berturut-turut, Wagub: Ini Buah Komitmen Tata Kelola Pemerintah yang Baik

Daerah

Pj Gubernur Safrizal Resmikan Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh, Dorong Pengembangan UMKM dan Digitalisasi

Pemerintah Aceh

Wali Nanggroe Aceh: Satu Data sebagai Kunci Penanggulangan Permasalahan Sosial di Aceh