Phnom Penh – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh terus mengikuti perkembangan yang terjadi di kawasan perbatasan Kamboja-Thailand setelah didapatkannya informasi terkini mengenai eskalasi konflik antara kedua negara dari sumber-sumber media setempat.
Dalam Keterangan Resmi KBRI Phnom Penh yang diterima Kantor Berita NOA.co.id, Senin, 8 Desember, KBRI mengimbau seluruh WNI yang berada di Kamboja agar:
1. Tetap tenang, tidak panik, dan tetap menjaga kewaspadaan.
2. Memperhatikan dan menaati himbauan dari otoritas setempat terkait dengan perkembangan situasi keamanan.
3. Menghindari atau membatasi perjalanan ke wilayah-wilayah yang terdampak konflik di Provinsi Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey.
4. Mencermati dan mengikuti perkembangan situasi dari sumber resmi, baik dari otoritas Kamboja, media terpercaya, atau media resmi KBRI Phnom Penh.
5. Melakukan lapor diri di portal Peduli WNI (www.peduliwni.kemlu.go.id) untuk mempermudah komunikasi dengan KBRI Phnom Penh.
KBRI Phnom Penh akan terus memantau perkembangan situasi dan semakin mengintensifkan komunikasi dengan komunitas WNI di berbagai provinsi di Kamboja.
Bagi WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi KBRI Phnom Penh melalui nomor Whatsapp (WA) +855 12 813 282 (Hotline Pelindungan WNI) dan +855 61 844 661 (Hotline Konsuler).
Sebelumnya, Perang kembali terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja menewaskan satu tentara Thailand dan delapan lainnya luka-luka pada Senin (8/12) pagi.
Serangan itu terjadi ketika Pasukan Kamboja menembakkan peluru dan roket ke fasilitas militer dan sipil Thailand, kemudian Thailand membalas untuk menghentikan serangan itu, dengan pesawat angkatan udara menyerang target-target militer, seperti dikutip dari Bangkok Post.
Juru bicara Angkatan Darat Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, mengatakan pasukan Kamboja mulai melepaskan tembakan senapan dan tembakan tidak langsung ke sasaran di Chong An Ma di distrik Nam Yuen, Ubon Ratchathani, sejak pukul 05.05.
Tentara Kerajaan Thailand menerima laporan pada pukul 7 pagi bahwa satu tentara Thailand tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan Kamboja di Chong Bok di distrik Nam Yuen.
Sementara, Mayor Jenderal Winthai mengatakan dalam konferensi pers, delapan tentara Thailand terluka dan satu tentara tewas. Namun satu laporan korban tewas lainnya masih menunggu konfirmasi.
Kamboja kini memperluas serangan hingga wilayah Huai Ta Maria di Si Sa Ket serta Khana, Ta Khwai, dan Ta Muen di Surin.
Editor: Amiruddin. MK









