Home / Daerah

Rabu, 4 November 2026 - 12:17 WIB

Kembangkan Kacang Koro Pedang Jadi Solusi Alternatif Bahan Baku Tempe, Solusi Bangun Andalas Raih Apresiasi Minerba Kementerian ESDM 2026

mm Redaksi

Lhoknga – Ketergantungan terhadap pasokan bahan baku tempe dari luar daerah menjadi salah satu tantangan bagi keberlanjutan usaha pangan lokal di Aceh. Sekitar 90% kebutuhan kedelai untuk Aceh dipasok dari luar provinsi dan rentan terhadap fluktuasi harga global yang berdampak langsung pada biaya produksi dan keberlangsungan usaha perajin tempe.

Menjawab tantangan tersebut, PT Solusi Bangun Andalas menghadirkan solusi berbasis potensi lokal melalui pengembangan kacang koro pedang sebagai alternatif bahan baku tempe. Inisiatif program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dikembangkan bersama Rumoh Pangan Aceh (RPA) ini, berhasil meraih Apresiasi Minerba kategori Badan Usaha Pertambangan Komoditas Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Jakarta, 3 November 2026.

Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan program bertajuk Keberhasilan Merevitalisasi Kearifan Lokal Koro Meusyahu, yang dikembangkan melalui program PENDEKAR (Pelestarian pangan lokal, Eksistensi, Nilai Adat, dan Eratnya Kohesi Sosial, Komunitas Lingkar Tambang, Revitalisasi Mandiri Gampong).

Baca Juga :  Panen Salak, Reza Fahlevi Sebut Lahan Pertanian Sabang Menjanjikan

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi apresiasi atas kolaborasi perusahaan dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal untuk menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Bagi kami, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar menghadirkan bantuan, tetapi bagaimana bersama-sama menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi masyarakat. Melalui revitalisasi kacang koro pedang, kami ingin mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, serta membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Edi Sarwono.

Dari Potensi Lokal Menjadi Solusi Ketahanan Pangan

Program ini berangkat dari tantangan yang dihadapi perajin tempe lokal, yakni tingginya ketergantungan terhadap pasokan kedelai impor dari luar Aceh. Ketika harga global berfluktuasi, biaya bahan baku ikut terpengaruh sehingga dapat menekan keberlanjutan usaha para perajin.

Baca Juga :  Pemko Salurkan Bantuan Untuk Puluhan Warga Aceh Tengah Yang Tertahan di Banda Aceh

Bersama Rumoh Pangan Aceh, Solusi Bangun Andalas mendorong masyarakat ring 1 di Desa Nagaumbang untuk mengoptimalkan budidaya kacang koro pedang sebagai komoditas alternatif.

Kacang koro pedang memiliki biaya pokok produksi yang lebih rendah dan produktivitas lahannya lebih baik dibandingkan kedelai. Pemanfaatannya sebagai bahan baku tempe juga memberikan peluang bagi perajin untuk mengurangi biaya produksi hingga 15%.

Selain memberikan efisiensi biaya, pengembangan komoditas lokal ini turut memperkuat ketahanan usaha masyarakat karena bahan baku yang dibudidayakan di wilayah setempat, sertaberpotensi mengurangi jejak emisi karbon dari transportasi bahan baku yang selama ini didatangkan dari luar provinsi.

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila, Seluruh pegawai Kanwil Kemenkumham Aceh memakai pakaian adat dari penjuru nusantara
Memperkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Lebih dari sekadar budidaya komoditas pertanian, revitalisasi kacang koro pedang merupakan upaya membangun ekosistem pangan lokal yang melibatkan masyarakat, kelompok pengolah pangan dan pelaku usaha. Kolaborasi ini membuka peluang agar potensi lokal tidak hanya berhenti sebagai hasil pertanian, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah yang menciptakan nilai bersama (shared value) sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui program PENDEKAR, Solusi Bangun Andalas mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi pangan lokal sekaligus memperkuat eksistensi kearifan lokal dan kohesi sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Inisiatif revitalisasi kacang koro pedang diharapkan dapat menjadi salah satu model pengembangan pangan lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Aceh Kembali Salurkan Bantuan Beras untuk Buruh FSPTI dan SPSI

Daerah

Pangdam IM Silaturahmi Dengan Forkopimda Kabupaten Aceh Selatan

Aceh Timur

Diduga KIP Aceh Timur Kurang Transparan Terkait Dana Publikasi, Sejumlah Organisasi Wartawan Desak Polres Dan Jaksa Periksa

Daerah

Himpun Dana Rp 55,5 Juta, PWI Aceh Santuni 111 Anak Yatim  

Daerah

DPRK Pidie Tutup Pembahasan KUPA dan PPAS Perubahan 2026

Daerah

Mukhtaruddin Usman Ditunjuk sebagai Plt Ketua SPS Aceh, Siap Perkuat Industri Pers Daerah

Daerah

Peta kerawanan pelanggaran keimigrasian di Aceh

Daerah

Peringati Hari Ikan Nasional, PT Pema Anjangsana ke SLB TNCC