Aceh Barat Daya – Predikat Kampung Bebas Narkoba yang melekat pada Gampong Suak Nibong, Kecamatan Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) belum sepenuhnya membuat wilayah tersebut terbebas dari ancaman peredaran narkotika.
Jaringan pengedar masih mencari celah dengan memanfaatkan sikap terbuka dan keramahan masyarakat setempat.
Keuchik Gampong Suak Nibong, Adami Us mengakui keberadaan program Kampung Bebas Narkoba telah memberi dampak positif terhadap upaya menekan peredaran barang haram di wilayahnya.
Namun, ancaman dari para pelaku masih terus muncul, terutama dari pihak luar yang datang dan memanfaatkan kondisi di tengah masyarakat.
“Dengan adanya Kampung Bebas Narkoba, peredaran narkoba di Suak Nibong sedikit berkurang. Orang luar banyak yang tertangkap disini memanfaatkan situasi di gampong ini,” kata Adami Us.
Ia menjelaskan, warga Suak Nibong selama ini dikenal ramah dan terbuka terhadap para tamu yang datang.
Sikap tersebut merupakan bagian dari budaya masyarakat. Namun, sejumlah oknum justru menyalahgunakan keramahan itu untuk menjalankan transaksi narkotika.
Menurutnya, para pelaku menjadikan Suak Nibong sebagai lokasi transit barang haram dan tempat bertransaksi karena mereka melihat adanya peluang untuk bergerak di tengah aktivitas masyarakat.
“Warga kami welcome terhadap tamu yang datang. Namun, ada oknum yang memanfaatkan kebaikan itu untuk melakukan transaksi narkoba,” ujarnya.
Keuchik mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dengan status Kampung Bebas Narkoba.
Ia meminta seluruh warga meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat penegak hukum.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Keramahan yang menjadi ciri khas warga Suak Nibong harus seimbang dengan kewaspadaan agar para pelaku tidak memiliki ruang untuk menjalankan aksinya.
Maraknya penangkapan pelaku narkotika yang melibatkan orang luar menjadi peringatan bahwa jaringan narkoba masih terus berupaya mencari tempat untuk mempertahankan peredarannya.
Karena itu, masyarakat untuk tidak memberi kesempatan kepada siapa pun yang menjadikan Suak Nibong sebagai tempat transaksi barang haram.
“Jangan sampai kebaikan dan keramahan masyarakat justru bermanfaat bagi pihak yang ingin merusak generasi muda. Kampung Bebas Narkoba harus menjadi benteng bersama untuk melawan peredaran narkotika,” tegasnya.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar














