Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:24 WIB

Ketua MAA Aceh Sesalkan Baju Adat Aceh Dipakai dalam Video Ucapan Hari Besar Nonmuslim

mm Redaksi

Ketua MAA Aceh, Prof. Dr. Yusri Yusuf. Foto: Dok. Istimewa

Ketua MAA Aceh, Prof. Dr. Yusri Yusuf. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Yusri Yusuf, menyesalkan penggunaan pakaian adat Aceh oleh pejabat negara dalam video ucapan hari besar nonmuslim. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis malam, 14 Mei 2026.

Menurut Yusri, penggunaan pakaian adat Aceh harus ditempatkan secara tepat dengan tetap menghormati identitas daerah yang selama ini lekat dengan nilai-nilai Islam.

“Kita menghargai siapa pun yang menggunakan pakaian adat Aceh, tetapi jangan digunakan dalam konteks ucapan hari besar nonmuslim. Aceh identik dengan Islam,” ujarnya.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Cek MBG di SMP dan SMA

Ia menegaskan masyarakat Aceh terbuka terhadap penggunaan busana adat daerah oleh siapa saja. Namun, penggunaannya diharapkan tetap memperhatikan sensitivitas budaya serta nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat Aceh.

Sebelumnya, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) memberikan penjelasan terkait penggunaan busana adat Aceh oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam video ucapan menyambut Bulan Maria.

Kepala Biro HKP Kemenag, Thobib Al Asyhar, menjelaskan pengambilan video dilakukan bersamaan dengan agenda kenegaraan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2025

“Saat itu ada dua agenda rekaman, yakni ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional 2026 dan greetings Bulan Maria,” kata Thobib di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Ia menyebut Menteri Agama mengenakan pakaian adat Aceh sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Serambi Mekkah dalam agenda nasional tersebut.

“Keputusan mengenakan baju Aceh dalam upacara Hardiknas adalah bentuk penghormatan Menag terhadap identitas budaya Serambi Mekkah,” ujarnya.

Meski demikian, Thobib menegaskan tidak ada niat untuk merendahkan kesakralan pakaian adat Aceh dan pihaknya menghormati respons masyarakat Aceh terkait hal tersebut.

Baca Juga :  DPKA Percepat Transformasi Digital, 14 Ribu Buku dan Arsip Sejarah Aceh Kini Bisa Diakses Daring

“Kami mohon maaf atas hal ini. Menag juga sudah melakukan rekaman ulang greetings Bulan Maria tanpa mengenakan baju adat daerah,” katanya.

Ia berharap penjelasan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat terkait penggunaan busana adat Aceh dalam video tersebut.

“Menag sangat menghormati kearifan lokal Aceh. Kami berterima kasih atas masukan masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap budaya daerah,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Wakil Gubernur Aceh Kunjungi Sejumlah Dayah di Aceh Selatan, Serap Aspirasi Ulama

Opini

SAPA Kritik Rencana Pengadaan Mobil Dinas Rp20 Miliar oleh BRA Aceh

Pemerintah Aceh

Ketua TP PKK Aceh Apresiasi Peran Relawan Tangani Bencana di 18 Daerah

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Tinjau Posko Pengungsian Gampong Bungkaih, 114 Rumah Warga Hilang Diterjang Banjir

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Setda Aceh Gelar Pelatihan Dasar Peningkatan Kompetensi KPA dalam Pengadaan Barang dan Jasa

Pemerintah Aceh

Mualem Instruksikan Jajaran Cegah Penyebaran LGBT, Pemerintah Aceh Siapkan Langkah Pengawasan

Daerah

Bertemu Wamen, Pj Gubernur Safrizal Sebut Pilkada Berjalan Baik dan Lancar

Pemerintah Aceh

Kasatpol PP-WH Aceh Ajak Media Kawal Qanun Syariat