Home / Pemerintah Aceh

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Ketua SAPA Desak KPK Tingkatkan Penanganan Dugaan Korupsi di Aceh

mm Redaksi

Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami. Foto: Dok. Istimewa

Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi di Aceh.

Fauzan menilai Aceh harus mendapat perhatian yang sama seperti daerah lain dalam upaya pemberantasan korupsi.

Menurutnya, sepanjang 2026, sejumlah kepala daerah di berbagai daerah telah diamankan dalam penanganan kasus korupsi. Sementara di Aceh, penanganan terhadap dugaan korupsi besar yang menjadi sorotan masyarakat dinilai belum terlihat secara signifikan.

Baca Juga :  DPP APPMBGI Tetapkan Sulaiman SE sebagai Ketua DPD I Aceh Periode 2026–2031

“Kami mempertanyakan, mengapa Aceh terkesan luput dari perhatian? Padahal berbagai dugaan korupsi sudah lama menjadi sorotan publik. Jangan sampai muncul anggapan bahwa Aceh dibiarkan,” kata Fauzan, Senin (3/8/2026).

Ia mengatakan masyarakat Aceh ingin hukum ditegakkan secara adil dan tidak tebang pilih.

“Kalau memang ada dugaan korupsi dan bukti awalnya cukup, maka harus diproses sesuai hukum. Jangan ada perlakuan berbeda. Masyarakat Aceh berhak mendapatkan keadilan yang sama seperti masyarakat di daerah lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Ajak Pegawai Jaga Kekompakan dan Kedisiplinan di Bulan Ramadan

Fauzan juga menyinggung anggaran KPK yang bersumber dari pajak masyarakat dan kontribusi kekayaan alam Aceh, sehingga menurutnya KPK tidak boleh tutup mata terhadap dugaan korupsi di Aceh dan harus menunjukkan keberpihakan yang nyata dalam mengawal uang rakyat.

Baca Juga :  SAPA Gugat Bappeda Aceh ke Komisi Informasi, Sengketakan Dokumen Pokir DPRA

“Karena itu, kami berharap KPK bekerja maksimal di seluruh Indonesia, termasuk Aceh. Jangan sampai ada kesan pemberantasan korupsi hanya kuat di daerah tertentu, sementara Aceh kurang mendapat perhatian,” katanya.

Menurutnya, penegakan hukum yang konsisten penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. “Aceh adalah bagian dari NKRI. Karena itu, masyarakat Aceh juga harus merasakan penegakan hukum yang adil dan setara,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Sekda Aceh Terima MER-C, Perkuat Kolaborasi Penanganan Dampak Bencana

Pemerintah Aceh

Kolaborasi Pemko dan UPTD PPA Hadirkan Ruang Layanan Baru Samsat di MPP Banda Aceh

Kesehatan

Wali Nanggroe Minta Penjelasan Pergub JKA, Pemerintah Aceh Beberkan Alasan Penyesuaian Data DTSEN

Aceh Besar

Syech Muharram dan Syukri A Jalil Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Periode 2025-2030

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Aceh Gelar Rapat Fungsional: Membangun Komitmen Bersama Tingkatkan Kompetensi KPA

Pemerintah Aceh

Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi dari Rusia

News

Pj Ketua TP PKK Safriati: Meski di masa Transisi, Roda Oganisasi tak Boleh Berhenti

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh dan Wali Kota Banda Aceh Sambut Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Bandara SIM