Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya memastikan seluruh program bantuan sosial bagi masyarakat berjalan tepat sasaran melalui penguatan sistem pendataan, verifikasi lapangan, serta koordinasi lintas instansi terkait.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, khususnya masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, akurasi data menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program bantuan sosial agar tidak terjadi tumpang tindih penerima maupun kesalahan penyaluran bantuan.
“Pemerintah kota terus melakukan pembaruan data penerima bantuan secara berkala agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, dikutip Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, proses verifikasi dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat gampong, kecamatan, hingga dinas terkait untuk memastikan kondisi penerima sesuai dengan data di lapangan. Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memberikan masukan terhadap data penerima bantuan.
“Selain itu, Pemko Banda Aceh turut memanfaatkan sistem digital dan integrasi data guna meningkatkan transparansi serta efektivitas penyaluran bantuan sosial. Upaya tersebut dinilai penting untuk meminimalkan potensi kesalahan administrasi dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Berbagai bantuan sosial yang disalurkan pemerintah meliputi bantuan pangan, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, hingga dukungan bagi pelaku usaha kecil dan keluarga prasejahtera.
Pemerintah kota juga menegaskan bahwa evaluasi terhadap program bantuan sosial akan terus dilakukan secara berkala agar kebijakan yang dijalankan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan sistem pendataan yang terus diperbaiki, Pemko Banda Aceh berharap program bantuan sosial dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











