Aceh Barat Daya – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat Daya menggelar Lomba Kreasi Siswa tingkat SD dan SMP se-kabupaten dengan mengusung tema “Harmoni Budaya, Keindahan Indonesia.”
Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, mulai Jum’at hingga Minggu, 7–9 November 2025, di halaman kantor Disdikbud Aceh Barat Daya, Gampong Lhueng Tarok, Kecamatan Blangpidie.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat Daya, Gusvizarni, S.Pd.
Kepada awak media, Gusvizarni menegaskan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai wadah bagi siswa untuk menyalurkan potensi, kreativitas, serta semangat kebersamaan dalam bingkai kebudayaan Indonesia.
“Melalui lomba ini, kita ingin menanamkan semangat cinta budaya dan kreativitas sejak dini. Generasi muda Aceh Barat Daya harus tumbuh menjadi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa seni dan karakter kebangsaan,” ujar Gusvizarni, Sabtu (8/11/2025).
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikbud Aceh Barat Daya, Harmunis, S.Pd., M.M, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 30 sekolah dari tingkat SMP yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya.
“Masing-masing sekolah mengirimkan perwakilan terbaik untuk berpartisipasi pada cabang lomba yang telah ditentukan,” kata Harmunis.
Untuk tingkat SMP, jenis lomba yang dipertandingkan meliputi vokal solo, drama beregu, cerdas cermat beregu, dan berhitung cepat individu.
Sementara itu, untuk tingkat SD, para peserta berkompetisi dalam berhitung cepat, cerdas cermat, menyanyi solo, melukis, dan berpuisi.
“Untuk SD, setiap kecamatan mengirim satu sekolah perwakilan untuk menampilkan potensi terbaik mereka,” terang Harmunis saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata ajang lomba, melainkan juga sarana pembentukan karakter siswa.
“Melalui cabang lomba seperti drama dan vokal solo, peserta dilatih untuk percaya diri, bekerja sama, dan mengekspresikan nilai-nilai kebudayaan daerah dengan cara yang positif,” paparnya.
Menurut Harmunis, tema ‘Harmoni Budaya, Keindahan Indonesia’ dipilih sebagai cerminan semangat untuk membangun keharmonisan melalui seni dan pendidikan.
“Kami ingin membangun harmoni melalui seni dan pendidikan. Tema ini menggambarkan semangat untuk mempersatukan berbagai perbedaan budaya yang ada di Aceh Barat Daya dalam bingkai keindahan Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para siswa dan guru pendamping. Sejak hari pertama pelaksanaan, halaman kantor Disdikbud Aceh Barat Daya tampak ramai oleh peserta yang hadir mengenakan seragam khas sekolah masing-masing.
Suasana semakin semarak ketika peserta lomba vokal solo dan drama mulai menampilkan kebolehannya di atas panggung. Riuh tepuk tangan dan sorakan semangat dari teman-teman sekelas membuat suasana lomba terasa hidup dan penuh keceriaan.
Salah satu guru pendamping dari Kecamatan Blangpidie, Yogie, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menilai lomba tersebut menjadi momen penting bagi sekolah-sekolah untuk saling berbagi pengalaman dan mempererat hubungan antar pelajar.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak menjadi lebih bersemangat belajar dan berlatih. Mereka juga bisa berinteraksi dengan teman-teman dari sekolah lain, menambah wawasan dan motivasi,” ujarnya.
Selain sebagai ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga dinilai memberikan ruang bagi siswa untuk belajar nilai-nilai sportivitas dan kerja keras.
Selama lomba berlangsung, para peserta terlihat saling menyemangati, meskipun berasal dari sekolah yang berbeda.
Untuk memberikan motivasi tambahan, panitia menyediakan sertifikat dan uang pembinaan bagi para pemenang yang berhasil meraih juara I, II, dan III di setiap cabang lomba.
“Penyerahan hadiah direncanakan akan dilakukan pada hari penutupan. Selain sertifikat, kami siapkan uang pembinaan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan dedikasi siswa serta sekolah dalam mengembangkan bakat anak didik,” jelas Harmunis.
Di akhir pernyataannya, Kepala Disdikbud Aceh Barat Daya, Gusvizarni, menyampaikan harapannya agar Lomba Kreasi Siswa ini dapat menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya.
“Kami ingin lomba kreasi siswa ini terus berlanjut setiap tahun. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi sarana rutin untuk menjaring siswa berbakat yang nantinya dapat mewakili Aceh Barat Daya ke tingkat provinsi bahkan nasional,” tuturnya.
Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk lebih aktif mendorong partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pembentukan karakter dan kreativitas.
“Pendidikan tidak hanya soal angka dan nilai ujian, tetapi juga bagaimana kita menumbuhkan rasa cinta budaya, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi siswa,” tutup Gusvizarni.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Disdikbud Aceh Barat Daya berharap semangat kebudayaan dan kreativitas di kalangan pelajar dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari identitas generasi muda daerah.
Lomba tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, serta cinta tanah air.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










