Home / Aceh Barat Daya / News

Senin, 15 Desember 2025 - 14:27 WIB

Kelangkaan BBM dan LPG Mengancam Layanan Publik di Abdya

mm Teuku Nizar

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Blangpidie, Akhmad Heru Setiawan

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Blangpidie, Akhmad Heru Setiawan

Aceh Barat Daya — Kelangkaan energi dan melonjaknya harga kebutuhan pokok di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keberlangsungan layanan publik.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Blangpidie, Akhmad Heru Setiawan, menilai situasi tersebut berpotensi mengganggu operasional lembaga negara jika tidak segera ditangani secara konkret.

Heru mengungkapkan, meskipun Lapas Blangpidie belum terdampak secara langsung, efek domino dari kelangkaan BBM dan LPG sudah sangat terasa di tengah masyarakat dan dapat menjalar ke sektor pelayanan publik.

“BBN sekarang antre seperti ular, LPG mulai sulit didapat, dan harga bahan makanan di pajak terus naik. Lapas memang belum kena langsung, tapi efeknya sangat parah,” kata Akhmad Heru Setiawan kepada sejumlah awak media, Senin, (15/12/2025).

Baca Juga :  Angkie Yudistia Raih Penghargaan Inclusive Women Leaders With Disabilities

Menurutnya, kelangkaan LPG dan BBM bukan persoalan sepele bagi lembaga pemasyarakatan. LPG digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan, sementara BBM , khususnya Solar menjadi sumber energi vital untuk mengoperasikan genset saat terjadi pemadaman listrik.

“Di internal Lapas sudah kami keluarkan warning. LPG itu krusial untuk dapur, dan solar sangat penting untuk genset. Kalau ini terganggu, dampaknya bisa luas,” ujarnya.

Heru menegaskan, genset memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan kelangsungan layanan dasar di dalam lapas, terutama saat pasokan listrik PLN terhenti. Gangguan pasokan energi, kata dia, tidak hanya berdampak teknis, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas dan keselamatan.

Baca Juga :  Guna Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini, Pj Bupati Aceh Besar Resmikan TK Lamtamot

Namun demikian, Heru menyayangkan belum terlihat adanya langkah nyata atau kebijakan jelas dari pemerintah daerah dalam merespons kondisi tersebut.

Padahal, menurut dia, kelangkaan energi dan kenaikan harga bahan pokok telah dirasakan lintas sektor, tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga lembaga pelayanan publik.

“Sejauh ini belum ada kebijakan daerah yang benar-benar terlihat untuk mengatasi kondisi ini,” ucapnya.

Ia menilai persoalan kelangkaan energi dan kenaikan harga bukan semata masalah distribusi, melainkan sinyal tekanan ekonomi yang dapat memicu persoalan sosial jika dibiarkan berlarut-larut.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Terima Audiensi Kakanwil Ditjen Imigrasi Aceh

Terlebih, Abdya merupakan daerah dengan keterbatasan akses distribusi, sehingga sangat rentan terhadap gejolak pasokan.

“Kondisi ini mencerminkan beban yang sedang dirasakan masyarakat secara luas. Kalau tidak cepat direspons, dampaknya bisa ke mana-mana,” kata Heru.

Heru berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menjamin ketersediaan energi serta menstabilkan harga kebutuhan pokok.

Menurutnya, kepastian pasokan sangat penting, tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga demi menjaga keberlangsungan layanan publik dan institusi negara di daerah.

“Ini perlu perhatian serius. Jangan sampai pelayanan publik ikut terganggu karena kelangkaan energi dan mahalnya harga bahan pokok,” pungkasnya.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

News

OJK : Waspada Modus Penipuan Jelang Akhir Tahun, Tiket Murah Jadi Umpan Favorit

Aceh Barat Daya

Sinergitas TNI-Polri Bantu Warga Gotong Royong

Hukrim

KPK : Kepala Daerah Tak Perlu Bagi-Bagi THR ke Forkopimda

News

AKP Roby Afrizal: Jauhi Narkoba, Dekatkan Diri pada Prestasi dan Agama

Aceh Barat Daya

Pendaftaran Dibuka, Bakal Calon Ketua Wajib Setor Biaya Kontribusi Rp 50 Juta

News

Tiga Warga Pidie Terseret Arus Saat Mendulang Emas, Satu Masih Dicari

Aceh Barat Daya

Sumbang Emas di PON, Tapi Tak Dihargai: Cabor Anggar Abdya Mundur dari Pra PORA 2025

News

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolresta Banda Aceh Panen Ikan Lele dan Ikan Nila Binaan Polsek Kuta Alam di Gampong Lampulo