Home / Nasional / Pemerintah

Kamis, 27 Februari 2025 - 17:56 WIB

Menhut : Laporkan jika ada regulasi yang menghambat niat baik menjaga satwa dan hutan

Farid Ismullah

Menteri Kehutanan,  Raja Juli Antoni (Kedua Kiri) saat  meresmikan Aviary Park Indonesia Bird & Butterfly Sanctuary di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (27/2/2025). (Foto : Humas kemenhut).

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni (Kedua Kiri) saat meresmikan Aviary Park Indonesia Bird & Butterfly Sanctuary di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis (27/2/2025). (Foto : Humas kemenhut).

Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meresmikan Aviary Park Indonesia Bird & Butterfly Sanctuary di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis.

Peresmian tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung berbagai inisiatif pelestarian satwa dan ekosistem yang dilakukan oleh masyarakat dan sektor swasta.

“Hari ini kita memiliki satu aviary lagi di Bintaro yang bisa dinikmati bersama oleh warga Bintaro, Jakarta, bahkan seluruh Indonesia,” Kata Menhut Raja Antoni dalam sambutannya, 27 Februari 2025.

Menhut Raja Antoni menegaskan dukungan penuh terhadap segala bentuk upaya pelestarian lingkungan, baik yang dilakukan oleh civil society, akademisi, maupun sektor swasta.

Baca Juga :  Satwa Liar Hidup Berdamai Dengan Cagar Alam

“Kami selalu mendukung segala inisiatif yang bertujuan memperbaiki ekosistem, konservasi, dan perlindungan satwa. Jika ada pihak yang ingin terlibat dalam menjaga lingkungan, saya 100% mendukung penuh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Menhut juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika ada regulasi yang justru menghambat niat baik dalam menjaga satwa dan hutan.

“Regulasi yang mempersulit gerak para pelaku konservasi, silakan laporkan kepada kami. Sebab negara yang maju adalah negara yang bekerja secara bersama-sama, kolaboratif, dan koordinatif dengan seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ratusan Satwa Kembali ke Cagar Alam

Simbol Peresmian: Pelepasan Burung dan Kupu-Kupu

Sebagai bagian dari peresmian, Menhut melakukan pelepasan burung dan kupu-kupu ke dalam aviary, simbol dari kebebasan dan kehidupan satwa yang dilindungi. Selain itu, ia juga melakukan pengguntingan pita dan menandatangani prasasti sebagai tanda resmi dibukanya Aviary Park Indonesia.

Aviary ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan rekreasi yang tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konservasi satwa dan pelestarian alam. Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca Juga :  Bertekad Pertahankan Juara Umum, Pemkab Aceh Besar Gelar TC Qari dan Qariah MTQ ke-36 Aceh 

Dalam acara peresmian tersebut, Menhut didampingi Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar. Turut hadir Dirut Aviary Park Indonesia Michael Sumampau, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko, serta Staf Khusus Menkominfo Raline Shah.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Belum Sebulan Diperbaiki, Jalan Nasional Jalur Dua di Simeulue Kembali Berlubang

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar bersama Danlanud SIM Tanam Padi Serentak di Shelter Galaxi Lanud SIM Blang Bintang

Nasional

Idul Adha Ditetapkan 17 Juni 2024, Pemerintah Ajak Umat Saling Toleransi

Aceh Besar

DLH Aceh Besar Gelar Tes Narkoba untuk 75 Petugas Kebersihan di Sibreh

Aceh Barat

Pastikan Stabilitas Harga di Bulan Suci Ramadhan, Pj Bupati Mahdi Bersama Forkopimda Kembali Tinjau Pasar Bina Usaha

Aceh Barat

Pasca Libur Tahun Baru, Bupati Aceh Barat Sidak SKPK dan Terapkan Reward–Punishment ASN

Daerah

Dana TKD Rp1,6 triliun untuk Provinsi Aceh Cair Pekan Depan, Mendagri : jangan diselewengkan

Daerah

Kanwil Kemenkum Aceh Dorong pembentukan Posbankum Desa Terpencil di Aceh Singkil