Home / Internasional / Pemerintah

Kamis, 26 September 2024 - 23:01 WIB

Menlu RI Serukan Kepemimpinan yang Inklusif untuk Perdamaian Dunia

mm Redaksi

Menlu Retno (Pertama Kanan) Hadir Dalam Debat Terbuka Tingkat Tinggi Dewan Keamanan PBB bertema “Leadership for Peace: United in Respect of the UN Charter, In Search of a Secure Future

Menlu Retno (Pertama Kanan) Hadir Dalam Debat Terbuka Tingkat Tinggi Dewan Keamanan PBB bertema “Leadership for Peace: United in Respect of the UN Charter, In Search of a Secure Future", Amerika, Kamis (26/9/2024). (Foto : Kemlu RI).

Amerika Serikat – Dalam Debat Terbuka Tingkat Tinggi Dewan Keamanan PBB bertema “Leadership for Peace: United in Respect of the UN Charter, In Search of a Secure Future”, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, H.E. Retno L.P. Marsudi, menyerukan pentingnya kepemimpinan global untuk mencapai perdamaian, terutama dalam konflik yang berkepanjangan seperti di Palestina, Kamis.

Dalam pidatonya, Menlu Retno menyampaikan keprihatinannya bahwa perdamaian masih belum ditemukan bagi rakyat Palestina. Ia menyoroti penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina, dengan 41.000 orang terbunuh, jutaan orang terpaksa mengungsi, dan akses untuk bantuan kemanusiaan yang tertutup sepenuhnya. “Ketika kemanusiaan kita yang paling mendasar dipertanyakan, ini adalah gejala dari kegagalan kepemimpinan untuk perdamaian,” ujarnya, dalam Keterangan tertulis 26 September 2024.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Lepas Bantuan Kemanusiaan RI untuk Papua Nugini dan Afghanistan

Menlu Retno juga menegaskan bahwa tidak akan ada perdamaian jika tidak ada penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Ia mengingatkan bahwa saat ini, dunia tengah menyaksikan potensi perang besar di Lebanon, di tengah keberadaan pasukan penjaga perdamaian UNIFIL.

Dalam konteks ini, Menlu Retno menekankan pentingnya memulihkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap Dewan Keamanan PBB. Reformasi Dewan Keamanan dianggap sebagai hal yang mendesak untuk memastikan kepemimpinan yang lebih efektif dalam menjaga perdamaian.

Menlu Retno menggaris bawahi dua poin penting dalam pidatonya:

Pertama, pentingnya kepemimpinan yang demokratis untuk mencapai perdamaian.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Keluarga Terdampak Kebakaran di Blang Bintang

“Tidak ada yang lebih mendesak saat ini daripada penciptaan perdamaian di Gaza.”

Menlu Retno menggarisbawahi pentingnya mencegah semakin memburuknya eskalasi konflik di kawasan, seperti yang saat ini terjadi di Lebanon. Oleh karenanya, diperlukan mekanisme pengambilan keputusan DK PBB yang lebih demokratis agar DK PBB dapat bertindak secara efektif guna merespon ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Kedua, perlunya inklusivitas dan sinergi dalam pengambilan keputusan guna mencapai perdamaian.

DK PBB harus mendorong penguatan kerja sama yang inklusif dengan badan PBB lainnya dan organisasi kawasan. Hal ini penting untuk memastikan keterwakilan kawasan serta negara-negara berkembang dalam berkontribusi bagi upaya perdamaian.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Dukung Prodi Magister STISNU Aceh di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah

“Tanpa inklusivitas, perdamaian tidak akan pernah tercapai secara menyeluruh,” tegas Menlu Retno.

Menlu Retno mengajak Dewan Keamanan untuk tidak perlu mencari jauh-jauh dalam mengejar masa depan yang aman. “Kita bisa mulai dari sini dan sekarang, dengan perdamaian untuk rakyat Palestina,” tutupnya.

Pertemuan Tingkat Tinggi Dewan Keamanan PBB ini merupakan salah satu pertemuan utama Presidensi Slovenia di DK PBB bulan September 2024.

Pada awal pertemuan, DK PBB telah mengadopsi Presidential Statement yang menegaskan komitmen DK PBB untuk mengedepankan multilateralisme dan peran PBB, serta pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam upaya bina damai.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Sekjen Kemendagri Imbau Pemda Bantu Optimalkan Penyaluran Beras SPHP

Hukrim

Pimpasa, TPPO dan Pengawasan WNA

Aceh Besar

Staf Ahli, Wakil Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Pembukaan REALISTIG VI SMAN 3 Banda Aceh

Aceh Barat

Pj Gubernur Lantik Azwardi Sebagai Pj Bupati Aceh Barat

Internasional

Kemlu RI : 48 WNI yang di evakuasi dari Iran Tiba di Tanah Air Hari Ini

Daerah

Yan Rusmanto Lantik 8 Pejabat Manajerial dan Non-Manajerial

Nasional

Mendagri dan Menteri Imipas Jajaki Sejumlah Kerja Sama Strategis

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Pimpin Aksi 1 Jam Pungut Sampah di Pasar Tradisional Lambaro Angan