Home / Advetorial / Banda Aceh

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:21 WIB

Pemberdayaan Perempuan Bisa Turunkan Angka Kemiskinan

mm Redaksi

Kegiatan menenun khas Aceh sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Foto: Dok. Istimewa

Kegiatan menenun khas Aceh sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Banda Aceh menilai peran perempuan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya menekan angka kemiskinan di tingkat gampong. Selain berkontribusi sebagai penggerak ekonomi keluarga, perempuan juga memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pola asuh dan pendidikan keluarga.

Kepala DPMG Kota Banda Aceh, Ritasari Pujiastuti, mengatakan keterlibatan perempuan dalam pembangunan gampong tidak hanya sebatas pada proses perencanaan dan pelaksanaan program, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, terutama melalui berbagai kegiatan usaha produktif yang berkembang di tingkat gampong. Di sisi lain, perempuan juga berperan dalam membentuk kualitas generasi melalui pola asuh yang baik di lingkungan keluarga.

Baca Juga :  MPU Banda Aceh Terima Kunjungan MUI Langkat Bahas Penguatan Penerapan Syariat Islam

“Perempuan sangat berperan besar dalam upaya penurunan angka kemiskinan. Perannya terlihat sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus sebagai pendidik melalui pola asuh anak dalam keluarga,” kata Ritasari, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini pemerintah gampong di Banda Aceh telah memberikan ruang yang cukup bagi perempuan untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan PKK, Posyandu, PAUD, Bina Keluarga Balita (BKB), pelatihan keterampilan, hingga program peningkatan ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Perkuat Perang Melawan AIDS dan TBC, Keuchik Gampong Turut Dilibatkan
Ilustrasi. Ferry Irawan didampingi Ketua Umum FPPI Pusat Marlinda Irwanti, berdialog dengan pelaku UMKM binaan FPPI Aceh, di Anjong Mon mata Banda Aceh. Foto: Dok. FPPI Aceh

Sebagai bentuk komitmen memperkuat peran perempuan, seluruh gampong di Kota Banda Aceh juga telah mengalokasikan anggaran khusus untuk program pemberdayaan perempuan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG).

Menurut Ritasari, dukungan anggaran tersebut menjadi langkah penting agar program-program yang menyasar perempuan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, DPMG Banda Aceh akan terus memperkuat kapasitas perempuan melalui berbagai program pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat gampong. Salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan kader dan peningkatan kapasitas aparatur gampong yang diharapkan mampu mendukung lahirnya program-program pemberdayaan yang lebih efektif.

Baca Juga :  Tour de Aceh 2023 Diikuti Atlet Mancanegara, Kategori Sepeda Santai Masih Dibuka

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus kami agar perempuan semakin berdaya dan mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan gampong,” ujarnya.

Ritasari menambahkan, pembangunan gampong yang melibatkan perempuan secara aktif diyakini akan menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, DPMG terus mendorong agar perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan di tingkat gampong.

Melalui penguatan peran perempuan tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan gampong yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Sidang Keliling di Disdukcapil Permudah Warga Ubah Nama dan Data Kependudukan

Banda Aceh

Dispar Banda Aceh Gelar Diseminasi Peta Jalan Ekonomi Kreatif 2025–2029

Advetorial

Disbudpar Aceh Gelar Dialog Bersama Kemenparekraf, Kemdikbud Ristek dan Komisi X DPR RI

Banda Aceh

Dewan sebut Banda Aceh City Expo 2026 sebagai Simbol Visi Kota Kolaborasi

Advetorial

Atraksi Kembang Api Hiasi Penutupan Carnival Putroe Phang

Advetorial

Permintaan Meugang Dongkrak Harga Daging di Banda Aceh, Harga Daging Sapi Tembus Rp180 Ribu

Advetorial

Kampanye Sadar Arsip, Cara DPKA Bangun Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Arsip

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Respons Cepat Keluhan Warga terkait Air PDAM dan Sampah