Aceh Timur – Seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) X Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, tak sekadar menjadi arena mencari juara. Ajang yang ditutup pada Kamis malam, 24 September 2026, itu menjadi ruang untuk menjaring bibit muda yang diproyeksikan memperkuat kafilah Julok pada MTQ tingkat kabupaten hingga provinsi.
Camat Julok, H. Muhammad Ishak, kepada awak media mengatakan sejumlah peserta menunjukkan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Seleksi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pelatih yang memiliki keahlian pada berbagai cabang, antara lain tilawah, tartil, dan tahfiz Al-Qur’an.
“Banyak kader dan bibit muda muncul dalam seleksi MTQ ini,” kata Muhammad Ishak saat menutup MTQ X Julok di kompleks Kantor Camat Julok, Kuta Binjei.
Menurut dia, penyelenggaraan tahun ini mendapat dukungan dari panitia, para keuchik, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Julok. Sebanyak 21 golongan dari sejumlah cabang diperlombakan.
Meski berstatus seleksi tingkat kecamatan, panitia tetap memberikan trofi dan uang pembinaan kepada peserta terbaik pada setiap golongan. Langkah itu, kata Ishak, dimaksudkan untuk menjaga semangat generasi muda dalam mempelajari dan mengembangkan kemampuan membaca serta memahami Al-Qur’an, “Ini semata-mata untuk memberikan semangat kepada generasi Qur’ani di Julok,” ujarnya. Ishak merupakan alumni YPI Darussa’adah Cabang Idi Cut.
Antusiasme masyarakat juga menjadi catatan dalam penyelenggaraan MTQ kali ini. Warga memadati sejumlah arena perlombaan, terutama pada cabang yang banyak diminati seperti syarhil Qur’an, fahmil Qur’an, tilawah, dan hifzhil Qur’an.
Namun tidak semua cabang dapat diperlombakan. Beberapa cabang hanya memiliki satu peserta. Panitia berencana membina peserta tersebut melalui training center (TC).
Ketua LPTQ Kecamatan Julok, Safwan Aba Amini, mengatakan tingginya minat peserta menjadi salah satu indikator meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pembinaan generasi Qur’ani.
Sebagian calon peserta, kata dia, bahkan harus tersisih karena terbentur ketentuan usia. “Alhamdulillah, MTQ kali ini meriah. Tahun depan kita harap lebih meriah lagi,” kata Safwan.
Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, LPTQ Julok mendatangkan pelatih dari LPTQ Kabupaten Aceh Timur. Di antaranya Tgk Ridwan dan Tgk Muhammad Yunus.
Safwan mengatakan hasil seleksi ini belum menjadi akhir pembinaan. Para peserta yang terpilih masih membutuhkan pelatihan lebih intensif sebelum tampil pada MTQ tingkat kabupaten. “Target kita dalam MTQ kabupaten nanti, peserta tampil maksimal di seluruh cabang. Namun kemampuan mereka masih perlu diasah agar lebih memahami dan mendalami setiap cabang,” ujarnya.
Bagi Julok, MTQ bukan hanya perkara siapa yang menjadi juara. Seleksi tersebut menjadi tahap awal untuk memastikan regenerasi qari, qariah, hafiz, dan kader-kader Qur’ani tetap berjalan dari tingkat kecamatan menuju panggung yang lebih tinggi.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita










