Home / Daerah / Pemerintah / Peristiwa

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:37 WIB

Pascabencana, BNPB Pastikan Infrastruktur dan Hunian Dibangun Lebih Tangguh

Farid Ismullah

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Tengah) melihat progres pembangunan huntara BNPB di Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (29/1/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-BNPB).

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto (Tengah) melihat progres pembangunan huntara BNPB di Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (29/1/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-BNPB).

Aceh Utara – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto memastikan bahwa upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara telah berjalan secara terarah dan ditangani oleh pihak-pihak yang memiliki kompetensi teknis sesuai bidangnya.

“Dengan koordinasi lintas sektor yang solid, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan mampu memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa mendatang,” Kata Letjen TNI Dr. Suharyanto dalam keterangan resminya, Jumat (30/1/2026).

Dalam rangka memastikan kebutuhan penanganan di lapangan sesuai dengan kondisi riil, Kepala BNPB menyusuri sejumlah titik terdampak dengan menggunakan motor trail pada Kamis (29/1).

“Langkah ini dilakukan untuk melihat langsung tingkat kerusakan struktural serta memastikan rekomendasi teknis yang diambil benar-benar sejalan dengan karakter geografis dan potensi risiko setempat,” Ujarnya.

Baca Juga :  Gerak Cepat, Mendagri Bahas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra

Kepala BNPB menjelaskan, Salah satu fokus pemulihan adalah pembangunan kembali jembatan gantung di Desa Sawang yang terputus akibat meningkatnya debit air sungai saat bencana. Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antarpermukiman sekaligus jalur utama distribusi ekonomi warga. Pembangunan kembali jembatan diarahkan tidak hanya untuk memulihkan konektivitas, tetapi juga memastikan desain yang lebih adaptif terhadap potensi banjir dan arus deras di masa mendatang.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Desa Tumpok Blang dan Desa Babah Krueng, wilayah yang terdampak tumpukan material lumpur dan sedimentasi pascabencana.

“Pentingnya pengelolaan sisa material bencana secara terencana dan berkelanjutan. Penanganan yang tepat dinilai krusial untuk mencegah risiko lanjutan, seperti tersumbatnya alur sungai yang berpotensi memicu banjir susulan,” Terangnya.

Baca Juga :  38 CPNS di Pidie Terima SK Dari Bupati

Sepanjutnya, Selain infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Penempatan huntara didorong agar memperhatikan tata ruang berbasis risiko bencana sehingga tidak kembali berada di zona rawan.

Pembangunan huntara ditargetkan rampung dan sudah dapat ditempati sebelum bulan Ramadan, agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan lebih aman dan nyaman.

“Prosesnya sudah terarah dan semakin baik. Saya minta agar huntara ini dapat selesai sebelum bulan ramadan tahun ini,” jelas Suharyanto.

Di Desa Paya Rabo Lhok, kondisi huntara dipastikan berada dalam keadaan aman serta mampu mendukung keberlanjutan layanan dasar masyarakat, seperti akses air bersih dan sanitasi. Pemulihan sektor hunian dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun kembali ketahanan komunitas pascabencana, baik secara sosial maupun ekonomi.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Singkil Diminta Buka Data Penyaluran Dana Presiden Rp4 Miliar untuk Pasca Banjir

Kehadiran Kepala BNPB di Aceh Utara mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan proses pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran. Negara hadir tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung untuk melihat kondisi lapangan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak benar-benar terpenuhi.

Pendekatan ini menegaskan state presence yang konkret, di mana pemerintah bersinergi dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya dimaknai sebagai membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan, dengan masyarakat sebagai pusat dalam setiap proses pengambilan keputusan,” Demikian Letjen TNI Dr. Suharyanto.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Presma STAI Dukung Surat Edaran Pj Bupati Aceh Selatan

Nasional

Jelang Malam Natal 2024, Pemerintah Pastikan Situasi Aman Dan Kondusif

Pemerintah

Launching Klinik Pratama Universitas Muhammadiyah Aceh, Ini Harapan Bakri Siddiq

Hukrim

Menteri Imipas Dalami Dugaan Oknum Imigrasi Terlibat Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura

Daerah

Penggantian Box Drainase di Depan Disdukcapil Simeulue Dimulai, Target Rampung Sebulan

Aceh Timur

Rapat Paripurna Di DPRK Pendapatan Aceh Timur Raih Rp 1,9 Triliun

Internasional

Evakuasi WNI dari Iran-Israel, TNI AU Siagakan Hercules dan Boeing

Aceh Barat

PJ Bupati Aceh Barat Buka Silaturrahmi Akbar Fotografer Aceh di Pantai Suak Timah