Home / Advetorial / Banda Aceh

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:53 WIB

Pasokan dari Luar Daerah Bikin Harga Pangan Banda Aceh Rentan Naik

mm Redaksi

Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, Bukhari Sufi. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, Bukhari Sufi. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Ketergantungan Banda Aceh terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga kebutuhan pokok mudah bergejolak, terutama saat permintaan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan seperti meugang.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, Bukhari, mengatakan sebagian besar komoditas pangan yang beredar di pasar kota masih dipasok dari daerah lain, seperti Medan dan Aceh Tengah. Kondisi tersebut menyebabkan harga barang rentan naik ketika permintaan meningkat sementara pasokan belum tiba.

Baca Juga :  Banda Aceh Siapkan Early Warning System Digital untuk Mitigasi Banjir Kota

“Kita masih bergantung pada petani luar Banda Aceh. Jadi ketika barang banyak dibutuhkan sedangkan kita harus menunggu pasokan dari luar seperti Medan dan Aceh Tengah, harga di sini naik,” kata Bukhari, Selasa (26/5/2026).

Ilustrasi bahan pangan hasil pasokan dari luar Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, selain faktor pasokan, distribusi barang juga memengaruhi harga jual di tingkat konsumen. Biaya angkut meningkat akibat kenaikan harga bahan bakar serta antrean panjang kendaraan pengangkut di sejumlah SPBU yang berdampak pada kelancaran distribusi pangan ke Banda Aceh.

Baca Juga :  SD Negeri 50 Banda Aceh Jadi Juara Umum ONMIPASA 2026, Dua Siswa Raih Absolute Winner

“Apalagi solar sempat naik harga dan antre panjang di SPBU. Truk yang mengantar barang ke Banda Aceh juga berpengaruh terhadap harga barang yang dijual di sini,” ujarnya.

Dampak kondisi tersebut mulai terlihat pada sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai merah yang mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga membuat sebagian masyarakat mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga.

Baca Juga :  Ketua DPRK Banda Aceh Minta Pengelola Tol Sibanceh Buka Jalur Seulimeum–Padang Tiji untuk Kafilah MTQ

Meski harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami peningkatan, aktivitas perdagangan di pasar tradisional masih berlangsung ramai selama periode meugang. Tingginya kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur menjelang Iduladha tetap mendorong perputaran transaksi di pasar.

Bukhari menilai penguatan produksi pangan lokal menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Dengan pasokan yang lebih dekat dan stabil, fluktuasi harga di Banda Aceh diharapkan dapat lebih terkendali, terutama saat permintaan pasar meningkat. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Dua Belas Jurusan Pelatihan Binaan Kementerian Tenaga Kerja Aktif di Banda Aceh

Advetorial

Kadisbudpar Bersama Pj Walikota Sabang Bahas Perjalanan Wisata Aceh

Aceh Besar

Simpan Sabu di Sepatu, Dua Kurir Diamankan Petugas Bandara SIM Aceh Besar

Advetorial

Pemberdayaan Perempuan Bisa Turunkan Angka Kemiskinan

Advetorial

Ciptaan Tuhan Yang Indah di Balik Gunung Kulu Aceh Itu Bernama Pantai Poro Cut

Advetorial

Illiza: Pemberdayaan Perempuan Jadi Kunci Penguatan Masyarakat Banda Aceh

Advetorial

Diskop Aceh Gelar Bimtek Photography dan Desain Grafis Bagi Pelaku Usaha Muda

Advetorial

Buka Festival Literasi Aceh 2025, Gubernur Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Membaca dan Berkarya