Home / Internasional / Peristiwa

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:18 WIB

PBB Sesalkan AS Tarik Diri dari dari Sejumlah Entitas

mm Redaksi

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres (Foto: X - Antonio Guterres)

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres (Foto: X - Antonio Guterres)

Stéphane Dujarric

Juru Bicara Sekretaris Jenderal

New York, 8 Januari 2026

New York – Sekretaris Jenderal menyesalkan pengumuman yang disampaikan oleh Gedung Putih terkait keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari sejumlah entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Barat Belum Padam

Sebagaimana telah secara konsisten kami tegaskan, kontribusi wajib (assessed contributions) terhadap anggaran reguler Perserikatan Bangsa-Bangsa dan anggaran pemeliharaan perdamaian, sebagaimana disetujui oleh Majelis Umum, merupakan kewajiban hukum berdasarkan Piagam PBB bagi seluruh Negara Anggota, termasuk Amerika Serikat.

Baca Juga :  Wamenlu RI Tekankan Tiga Poin Utama Saat Pidato Sesi Pembuka Budget FFM

Seluruh entitas Perserikatan Bangsa-Bangsa akan tetap melanjutkan pelaksanaan mandatnya sebagaimana diberikan oleh Negara-Negara Anggota.

Baca Juga :  Pemerintah dan PBB Luncurkan Program untuk Pekerjaan, Keterampilan dan Perlindungan Sosial

Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki tanggung jawab untuk memberikan hasil bagi mereka yang bergantung kepada kami. Kami akan terus melaksanakan mandat kami dengan penuh keteguhan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra

Internasional

Kemlu RI Proses Evakuasi 159 WNI dari Lebanon

Internasional

Menlu RI mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam diplomasi Indonesia

Daerah

Tower PLN Roboh Dihantam Banjir, TNI Gerak Cepat Bantu Pulihkan Kelistrikan di Aceh  

Internasional

Wanita Diduga WNI Ditangkap di Perbatasan India-Nepal dengan Dokumen Palsu

Daerah

TNI AD Kebut Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana di Aceh Utara

Internasional

Pemerintah Evakuasi WNI dari Iran

Hukrim

DPR dorong BINDA deteksi dini TPPO di wilayah perbatasan