Home / Pemerintah Aceh

Senin, 6 Juli 2026 - 20:16 WIB

Pemerintah Aceh Mulai Pemulihan Pertanian, Sekda Pimpin Tanam Padi Perdana di Aceh Tamiang

mm Redaksi

Sekda Aceh, M. Nasir, S.iP, MPA, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, beserta Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, dan jajaran Forkopimda Aceh Tamiang, saat melakukan Tanam Perdana Padi bersama dalam rangka Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana Hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang Kec. Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang, Minggu, (5/7/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh, M. Nasir, S.iP, MPA, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, beserta Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, dan jajaran Forkopimda Aceh Tamiang, saat melakukan Tanam Perdana Padi bersama dalam rangka Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana Hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang Kec. Karang Baru, Kab. Aceh Tamiang, Minggu, (5/7/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Aceh Tamiang – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, meresmikan gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya kebangkitan sektor pertanian Aceh setelah terdampak bencana yang merusak puluhan ribu hektare lahan pertanian.

Dalam kegiatan itu, M. Nasir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh T. Robby Irza, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia, serta Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi.

Sekda Aceh mengatakan, bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah telah memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian. Berdasarkan data Pemerintah Aceh, luas areal persawahan yang terdampak mencapai 57.364 hektare, sementara lahan perkebunan yang mengalami kerusakan mencapai 60.438 hektare. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir yang membawa lumpur dan material lainnya.

Baca Juga :  Wagub Aceh Fadhlullah Usul BP BUMN Alihkan Dukungan Huntara ke Hunian Tetap

“Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimistis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman,” ujar M. Nasir.

Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh menjadikan rehabilitasi dan optimalisasi lahan pertanian sebagai salah satu prioritas utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Saat ini, sebagian besar lahan sawah yang terdampak telah selesai diperbaiki sehingga kembali dapat dimanfaatkan oleh petani.

Atas percepatan pemulihan tersebut, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, serta seluruh pihak, termasuk kelompok tani, yang telah bergerak cepat mengolah kembali lahan pascabencana.

Baca Juga :  Proyek Tol Sigli–Banda Aceh Tersendat, Warga Protes Akibat Kekacauan Data Ganti Rugi Tanam Tumbuh

Ia juga mengimbau para petani untuk memanfaatkan musim tanam dengan sebaik-baiknya, meningkatkan semangat gotong royong, serta mengikuti arahan para pemangku adat dan penyuluh pertanian agar produktivitas pertanian dapat kembali meningkat.

Apresiasi untuk Kementerian Pertanian

Dalam kesempatan itu, M. Nasir turut mengapresiasi dukungan penuh Kementerian Pertanian yang dinilai berperan besar dalam percepatan pemulihan sektor pertanian dan perkebunan di Aceh.

Menurutnya, hingga saat ini progres program optimalisasi lahan terdampak bencana telah mencapai 32 persen. Program tersebut mencakup pekerjaan konstruksi optimalisasi lahan di 18 kabupaten/kota di Aceh.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran yang bergerak cepat membantu petani. Pemulihan ini menjadi prioritas agar roda perekonomian masyarakat kembali normal,” katanya.

Baca Juga :  Belum Sebulan Diperbaiki, Jalan Nasional Jalur Dua di Simeulue Kembali Berlubang

M. Nasir menjelaskan, program pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan lahan. Untuk lahan dengan kerusakan ringan dilakukan optimalisasi lahan, sementara lahan dengan tingkat kerusakan sedang mendapatkan program rehabilitasi. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, tahapan berikutnya adalah pengolahan lahan agar dapat segera ditanami kembali.

Selain memulihkan areal persawahan, Pemerintah Aceh bersama Kementerian Pertanian juga memperbaiki berbagai infrastruktur pendukung pertanian, seperti sistem irigasi pompa, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, hingga rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) guna memperlancar aktivitas produksi dan distribusi hasil pertanian.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Aceh optimistis puluhan ribu hektare lahan pertanian yang sempat terdampak banjir dapat kembali produktif sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

News

Serahkan LKPD, Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

Pemerintah Aceh

RSUDZA Sukses Jalankan Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh, Sekda Apresiasi Dukungan Menkes RI

Advetorial

Bangun Generasi Berakhlak di Era Modern, DSI Aceh Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan

Nasional

Wali Nanggroe Minta Pejabat Pusat Luruskan Pernyataan soal Aceh: “Harus Selaras dengan MoU Helsinki”

Ekbis

Gubernur Aceh Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Digital dalam RUPS Bank Aceh Syariah

Pemerintah Aceh

Pemerhati Sosial Ingatkan Kritik Harus Etis dan Membangun, Bukan Serangan Personal

Banda Aceh

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Lantik 1.184 PPPK Tahap II Formasi 2024: “Bekerjalah dengan Ikhlas untuk Rakyat”

Pemerintah Aceh

PKS Aceh Gelar Milad ke-24, Dorong Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi Berbasis Masyarakat