Home / Internasional / Nasional / Pemerintah

Senin, 23 Februari 2026 - 12:08 WIB

Pemerintah Pastikan Produk AS Wajib Sertifikasi Halal dan Izin BPOM

Farid Ismullah

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. (Foto : NOA.co.id/HO-BPMI Setpres).

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. (Foto : NOA.co.id/HO-BPMI Setpres).

Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa informasi yang menyebut produk Amerika Serikat dapat masuk ke Indonesia tanpa sertifikasi halal adalah tidak benar.

“Ada yang bilang kalau produk AS masuk ke Indonesia tanpa sertifikasi halal? Jadi singkatnya begini: Itu tidak benar,” Kata Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (23/2/2026).

Pemerintah memastikan bahwa seluruh produk yang wajib bersertifikasi halal tetap harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga :  Evakuasi WNI dari Iran-Israel, TNI AU Siagakan Hercules dan Boeing

“Produk yang wajib bersertifikasi pasti harus ada label halalnya, baik dari badan halal di AS maupun badan halal di Indonesia,” jelas Seskab.

Lebih lanjut, Seskab menjelaskan bahwa di Amerika Serikat, lembaga sertifikasi halal yang diakui antara lain Halal Transactions of Omaha (HTO) dan Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA). Sementara di Indonesia, sertifikasi halal dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Baca Juga :  Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Rumah Tangga Bupati Aceh Besar, Pengamat Desak APH Turun Tangan

Selain itu, produk kosmetik dan alat kesehatan tetap wajib memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum dapat dipasarkan di Indonesia.

Seskab juga menegaskan bahwa badan halal Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki Mutual Recognition Agreement (MRA), yaitu perjanjian internasional penyetaraan sertifikasi halal dalam kerja sama global. Dengan adanya MRA tersebut, pengakuan sertifikasi dilakukan secara terstandar dan tetap berada dalam kerangka regulasi nasional.

Baca Juga :  Pj Gubernur Aceh Apresiasi Inovasi BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah memastikan bahwa kebijakan perdagangan Indonesia-AS tidak menghapus kewajiban pemenuhan standar nasional, termasuk ketentuan halal dan perlindungan konsumen.

“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta memastikan setiap informasi diperoleh dari sumber resmi,” Demikian Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Menlu Sugiono : Ada 1.508 Kasus TPPO, Paling Tinggi di Kamboja

Aceh Barat

Serap Aspirasi Masyarakat, Bupati Kunker ke Gampong Karang Hampa

Pemerintah

Serah Terima Aset PON XXI, Pj Gubernur Safrizal: Rawat dan Manfaatkan dengan Baik

Nasional

Deklarasi Bersama Berantas TPPO

Aceh Barat

Aceh Barat Raih Opini WTP ke-11 Kali Berturut-turut, Bupati Tarmizi: Bukti Kerja Keras dan Integritas

Nasional

Di Tengah Bencana, Mualem Minta Pemerintah Pusat Jaga Tradisi Meugang Warga Aceh

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Ir Makmun Buka Sosialisasi Hukum dan Lembaga Adat Mukim se Aceh Besar

Nasional

Kejagung dan Komnas HAM Perkuat Koordinasi dalam Penegakan HAM