Home / Nasional / Pemerintah

Senin, 16 Juni 2025 - 16:46 WIB

Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi PMI Korban TPPO

mm Redaksi

Menteri PPPA, Arifah Fauzi. (Foto : Istimewa).

Menteri PPPA, Arifah Fauzi. (Foto : Istimewa).

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan, pendampingan, serta pemulihan berkelanjutan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan, khususnya yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Senin.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi, dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Tindak Lanjut Penanganan Kasus Perempuan Korban Kekerasan di Provinsi Sumatera Utara.

“Korban kekerasan, terutama PMI perempuan yang telah kembali ke Indonesia, membutuhkan perlindungan berlapis. Bukan hanya saat mereka tiba, tetapi juga dalam pemulihan jangka panjang,” ujar Menteri PPPA, 16 Juni 2025.

Pendampingan Holistik dan Berkelanjutan

Menteri Arifah menekankan bahwa korban TPPO memerlukan pendampingan hukum, layanan psikososial, serta pemberdayaan ekonomi yang menyeluruh.

Baca Juga :  IOM Indonesia Dukung Pemulangan Korban Perdagangan Orang di Sektor Online Scam

Ia menilai, kerja sama lintas sektor — mulai dari pemerintah pusat, daerah, aparat penegak hukum hingga organisasi masyarakat sipil — menjadi syarat mutlak untuk membentuk sistem perlindungan yang efektif.

“Langkah pemulihan tidak cukup hanya dengan memulangkan korban. Kita harus membekali mereka dengan keterampilan, membuka akses pekerjaan yang layak, dan memastikan mereka berdaya secara ekonomi,” tambahnya.

Kemen PPPA juga mendorong adanya edukasi dan sosialisasi pencegahan TPPO di daerah-daerah asal PMI. Banyak perempuan menjadi korban karena minimnya informasi mengenai prosedur migrasi legal dan risiko eksploitasi.

Baca Juga :  91 WNI Diduga Korban TPPO, 44 Diantaranya bisa dipulangkan Ke Tanah Air

Pemulangan 144 PMI Asal Sumut dari Myanmar

Dalam rapat yang digelar bersama sejumlah pemangku kepentingan — termasuk Dinas PPPA Provinsi dan Kabupaten/Kota, BP3MI, Polda Sumut, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, dan UPTD PPA — dibahas secara khusus tindak lanjut pemulangan 144 PMI asal Sumatera Utara dari Myanmar, di mana 20 di antaranya merupakan perempuan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, menyebutkan bahwa 34 orang sudah dipulangkan dari Jakarta ke Medan, sementara satu orang masih dalam pendalaman karena diduga merupakan pelaku TPPO.

“Beberapa korban telah mendapatkan perlindungan di asrama BP3MI. Kami juga berencana memberikan pelatihan keterampilan untuk mendukung kemandirian ekonomi mereka,” jelas Dwi.

Baca Juga :  TP PKK Aceh Besar Santuni 40 Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama  

Fokus pada Reintegrasi Sosial dan Ekonomi

Sebagai bagian dari reintegrasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Koperasi akan memberikan pelatihan dan pendampingan ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu membantu para korban bangkit dan tidak kembali terjerat dalam praktik perdagangan orang.

Menteri Arifah menegaskan, perlindungan terhadap PMI perempuan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi kolaborasi berbagai elemen bangsa.

“Kami akan terus mendorong pendekatan kolaboratif dan responsif untuk melindungi perempuan dalam kondisi rentan, termasuk pekerja migran. Negara harus hadir di mana pun perempuan Indonesia berada,” tegasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemerintah Pastikan Negara Bersama Masyarakat Terdampak Bencana

Aceh Timur

Aceh Timur Kembali Raih UHC Award 2024

Hukrim

Dorong Penyelesaian Konflik Agraria, Komnas HAM Himpun Masukan Kementerian, Lembaga hingga Pemda

Aceh Besar

Muhammad Iswanto Dikukuhkan Jadi Ketua Ferkushi Aceh

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Cetak Sawah Baru 123 Hektar untuk Kompensasi Jalan Tol Sibanceh

Pemerintah

PUSDA dan FPA Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Santunan Anak Yatim

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Dampingi Kapolda Aceh Tanam Raya Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan 2026

Nasional

Jaksa Agung Meresmikan Halo JPN