Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan dalam menyempurnakan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2027.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal dan dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Kota Banda Aceh.
Dalam laporannya, Kabid Riset, Inovasi Daerah, Pengendalian Program dan Evaluasi Bappeda Kota Banda Aceh, Roni, S.STP, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan terkait penyesuaian data dan fakta, serta menampung masukan, harapan, dan saran guna mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran dalam Rancangan Awal RKPD 2027.
Saat membuka acara, Wali Kota Illiza menegaskan komitmen Pemko Banda Aceh untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi pembangunan, baik dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, maupun pemerintah kabupaten/kota lainnya.
“Arah kebijakan ini merupakan respons atas kebutuhan peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan daya saing ekonomi daerah, serta pengelolaan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan tangguh terhadap risiko bencana dan perubahan iklim,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Illiza juga memaparkan sejumlah capaian kinerja pembangunan terkini. Salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 yang mencapai angka 89,95.
“Ini capaian tertinggi secara nasional dan mencerminkan semakin membaiknya kualitas layanan pendidikan, kesehatan, serta standar hidup masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, angka kemiskinan Kota Banda Aceh tercatat sebesar 5,45 persen dengan tren penurunan yang positif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri.
“Capaian ini harus menjadi pijakan untuk memperkuat kebijakan pembangunan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan ke depan,” tutupnya.
Editor: Amiruddin. MK











