Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:09 WIB

Pemprov Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana, Sekda Fokus Tuntaskan R3P

mm Redaksi

Sekda Aceh M. Nasir bersama Tim Leader Program SKALA membahas percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di ruang kerja Sekda Aceh, Rabu (21/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh M. Nasir bersama Tim Leader Program SKALA membahas percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di ruang kerja Sekda Aceh, Rabu (21/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh — Pemerintah Provinsi Aceh terus memacu percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Fokus utama saat ini diarahkan pada penyelesaian Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) agar proses pemulihan berjalan terukur dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengatakan bahwa meskipun sempat menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Aceh telah mengoptimalkan pos anggaran kategori mendesak guna memastikan R3P tetap berjalan.

Hal tersebut disampaikan M. Nasir dalam rapat koordinasi bersama Tim Leader Program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) di ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026).

“Target awal R3P selesai pada 20 Januari, namun kita sesuaikan kembali menjadi 30 Januari mendatang. Kami fokus pada aspek teknokratik agar pemulihan pascabencana dapat berjalan secara terukur dan tepat sasaran,” ujar M. Nasir.

Baca Juga :  Plt Sekda: Halal bi Halal Momentum Memperkuat Silaturrahmi dan Membangun Jejaring  

Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh telah memetakan kekuatan sosial dengan melibatkan 150 Civil Society Organization (CSO) serta 96 sektor privat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Keterlibatan tersebut diarahkan ke berbagai klaster pemulihan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

Dalam kesempatan itu, M. Nasir juga berharap adanya dukungan dan fleksibilitas pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam perbaikan infrastruktur vital seperti sungai dan jembatan, mengingat keterbatasan ruang fiskal daerah.

Baca Juga :  Kampanye Sadar Arsip, Cara DPKA Bangun Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Arsip

Sementara itu, Tim Leader SKALA, Petra Karetji, menjelaskan bahwa program SKALA dirancang bukan untuk menciptakan aktivitas baru, melainkan untuk mendukung penuh prioritas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh.

“SKALA siap bekerja di belakang layar untuk mendukung strategi Pemerintah Aceh. Kami mengintegrasikan bantuan internasional dengan prioritas daerah agar penanganan pascabencana berjalan efektif,” ujar Petra.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap capaian Pemerintah Aceh dalam pengelolaan data, termasuk posisi Aceh yang kini menempati peringkat ke-8 nasional dalam pelayanan publik berdasarkan penilaian Kementerian PANRB.

Terkait pemulihan ekonomi pascabencana, Petra menyoroti potensi risiko sosial-ekonomi, seperti munculnya praktik tengkulak di tengah masyarakat. Meski pemulihan ekonomi tidak secara langsung menjadi mandat utama SKALA, pihaknya akan berkoordinasi dengan DFAT dan program SIAP SIAGA untuk melihat peluang dukungan lanjutan.

Baca Juga :  Mualem Buka MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya

Dalam aspek mitigasi dan analisis pascabencana, SKALA telah melakukan uji coba analisis di Aceh Tamiang dengan memanfaatkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis data. Selain itu, pemanfaatan platform Tilikan dan aplikasi SIGAP di tingkat gampong juga terus didorong sebagai sumber data lini depan.

Ke depan, terdapat pula potensi kolaborasi dengan sektor akademik, di mana sebanyak 210 mahasiswa STIS diharapkan dapat berkontribusi dalam pengumpulan data lapangan guna memperkuat akurasi intervensi pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem dan DPRA Tandatangani KUA-PPAS 2026

Nasional

Pemerintah Percepat Distribusi Bantuan ke Aceh: TNI Kerahkan Pesawat dan Helikopter untuk Jatuhkan Logistik

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh M. Nasir Tekankan Transformasi Penanganan Kemiskinan dan Penguatan Peran Staf Ahli

Kesehatan

RSUDZA Layani 2.000 Pasien per Hari, Obat Diberikan, Administrasi Diurus

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat di SMA 2 Unggul Ali Hasymy dan SMP 2 Ali Hasymy

Pemerintah Aceh

Sebut Sawit Aceh Bebas Deforestasi, Wagub Ajak Perusahaan Global Investasi di Aceh 

Opini

SAPA Kritik Rencana Pengadaan Mobil Dinas Rp20 Miliar oleh BRA Aceh

Parlementaria

Gubernur dan DPRA Sahkan APBA Perubahan 2025