Home / Aceh Barat Daya

Sabtu, 29 November 2025 - 17:21 WIB

Pengencer BBM di Abdya Manfaatkan Situasi Bencana

mm Teuku Nizar

Ratusan masyarakat antri di salah satu SPBU di Kabupaten Aceh Barat Daya untuk mendapatkan BBM. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Ratusan masyarakat antri di salah satu SPBU di Kabupaten Aceh Barat Daya untuk mendapatkan BBM. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di tengah kondisi mati lampu dan terganggunya distribusi BBM akibat bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.

Dalam situasi tersebut, sejumlah pengencer justru memanfaatkan keadaan dengan menjual Pertalite mulai Rp17 ribu – Rp30 ribu per liter.

Biasanya, pertalite dijual di pom mini muali dari Rp12 ribu – Rp15 ribu. Sedangkan yang menggunakan botol air mineral sedang, pertalite dijual Rp10 ribu, saat ini naik menjadi Rp20 ribu, botol air mineral (Aqua) besar dijual Rp30 ribu jauh tinggi dari biasanya hanya dijual Rp20 ribu.

Kondisi ini membuat masyarakat semakin tertekan, terutama warga yang sangat bergantung pada BBM untuk aktivitas harian. Sejak beberapa hari terakhir, warga memadati SPBU di Abdya sehingga antrean kendaraan mengular panjang dari pagi hingga malam.

Baca Juga :  Hingga Hari Ke-3 Pencarian, Pemerintah Abdya Belum Dirikan Dapur Umum

Situasi semakin parah karena pemadaman listrik terjadi secara luas, menyebabkan aktivitas pengisian BBM tidak berjalan normal dan memperlambat pelayanan di SPBU.

Pasokan BBM dari depot juga tersendat akibat terganggunya akses distribusi karena bencana di beberapa daerah di Aceh.

Salah seorang warga Abdya, Amran, mengaku terpaksa mengantre di SPBU meski harus menunggu berjam-jam, lantaran harga BBM eceran sudah melampaui batas kewajaran.

“Di pengencer Pertalite sudah Rp30 ribu per liter. Kami tidak sanggup beli. Terpaksa antre di SPBU walaupun panjang dan lama,” ujar Amran, Sabtu (29/11/2025).

Ia menyebut, kondisi mati lampu membuat suasana makin kacau karena pengisian BBM tidak maksimal, bahkan beberapa kali pengisian terhenti.

Baca Juga :  Ditangkap Terpisah, Sat Resnarkoba Polres Abdya Amankan Tiga Tersangka Sabu

“Listrik mati, pengisian terganggu, BBM langka karena tersendat tranportasi. Seperti krisis total,” katanya.

Pantauan media ini menunjukkan antrean panjang di SPBU yang mencapai ratusan meter. Tidak sedikit warga yang datang untuk membeli BBM cadangan, namun sebagian harus pulang dengan tangan kosong karena stok habis lebih dulu.

Warga menduga kelangkaan bukan hanya akibat gangguan distribusi, tetapi juga dipicu oleh perilaku penimbunan oleh oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari keadaan darurat.

“Ada yang memanfaatkan situasi bencana. Saat orang susah, mereka justru cari untung besar,” kata seorang warga.

Warga Susoh lainnya, Zarkani menyebutkan, kelangkaan BBM di tengah bencana berpotensi menimbulkan dampak sosial serius jika tidak segera ditangani.

Baca Juga :  Desak APH Awasi Dana Desa, SaKA: Penegak Hukum Berhak Mengawasi 

“Ketika listrik padam dan BBM langka, aktivitas masyarakat lumpuh. Ini sudah masuk kategori darurat sosial dan perlu respons cepat,” ujarnya.

Zarkani menegaskan, pemerintah daerah harus segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina serta instansi terkait untuk memastikan distribusi BBM kembali normal dan pengawasan harga di tingkat eceran diperketat.

“Masyarakat tidak boleh jadi korban dua kali: korban bencana dan korban permainan harga,” tegasnya.

Mahalnya harga BBM eceran mendorong masyarakat untuk mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah kabupaten agar segera melakukan penertiban terhadap pengencer yang menjual di luar harga wajar.

“Kami minta aparat jangan diam. Ini pemerasan di saat bencana,” ujar Ridwan, warga Abdya.

Masyarakat berharap pemerintah segera bertindak untuk mencegah krisis berkepanjangan dan memulihkan distribusi BBM di Aceh Barat Daya.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Masyarakat Rumoh Panyang Sampaikan Aspirasi dalam Reses Mus Seudong 

Aceh Barat Daya

Resmi Ditunjuk Sebagai Ketua FJA, Rusman: Kita Siap Berkalaborasi

Aceh Barat Daya

Solar Langka untuk Rakyat, Lancar untuk Tambang

Aceh Barat Daya

Dandim: Tidak Ada Pengibaran Bendera dalam Peringatan Milad GAM

Aceh Barat Daya

Bersama Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Batee Sisir Pantai

Aceh Barat Daya

Bergeser ke Aceh Besar, AKBP Dhani Catra Nugraha: Nafas Saya Masih di Abdya

Aceh Barat Daya

Danlanal Simeulue Kunker di Pos TNI AL Abdya

Aceh Barat Daya

Dihadapan Mualem, Heri Sunanda Sebut Rumoh Pemenangan Untuk Memenangkan Partai Aceh