Home / Advetorial / Banda Aceh / Kesehatan / Pemko Banda Aceh

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:18 WIB

Pengidap HIV/AIDS Masih Hadapi Diskriminasi, Dinkes Perkuat Edukasi

mm Redaksi

Kepala dinas kesehatan Banda Aceh, Wahyudi. Foto: Dok. Istimewa

Kepala dinas kesehatan Banda Aceh, Wahyudi. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menilai stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS masih menjadi tantangan terbesar dalam upaya pengendalian penyakit tersebut. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat enggan melakukan tes HIV maupun menjalani pengobatan secara rutin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan kasus HIV/AIDS di Banda Aceh hingga akhir Maret 2026 telah mencapai 891 kasus, terdiri atas 735 kasus HIV dan 156 kasus AIDS.

Ilustrasi cek HIV/AIDS. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan HIV/AIDS masih menjadi persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat.

Baca Juga :  Giliran Menteri Ekonomi Kreatif Tiba di Banda Aceh

“Stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan terbesar dalam pengendalian HIV/AIDS. Hal ini membuat sebagian orang enggan memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan sejak dini,” kata Wahyudi, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, selain stigma, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV juga menjadi kendala dalam menemukan kasus lebih awal. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan.

Wahyudi menambahkan, masih ditemukan pasien yang menghentikan pengobatan sebelum selesai atau putus obat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya efektivitas terapi dan berisiko memperburuk kondisi kesehatan penderita.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Bagikan 200 Paket Ie Bu Peudah Gratis di Peukan Raya Ramadan 1447 H

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Banda Aceh cenderung meningkat. Namun, peningkatan tersebut juga dipengaruhi semakin luasnya layanan skrining HIV, bertambahnya akses masyarakat terhadap pemeriksaan, serta aktifnya kegiatan penjangkauan yang dilakukan tenaga kesehatan dan komunitas.

Untuk menekan penyebaran HIV/AIDS, Dinas Kesehatan terus memperluas layanan tes HIV dan pengobatan di fasilitas kesehatan. Edukasi kepada masyarakat juga digencarkan untuk menghilangkan stigma terhadap penderita serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan sejak dini.

Baca Juga :  FRN Aceh Kecam Penahanan Jurnalis RI oleh Israel

Selain itu, Dinkes memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan komunitas pendamping guna memastikan pasien mendapatkan layanan kesehatan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Wahyudi menegaskan bahwa HIV bukan penyakit yang harus ditakuti, melainkan harus ditangani dengan pendekatan kesehatan yang tepat. Menurutnya, semakin cepat seseorang mengetahui status HIV-nya, semakin besar peluang untuk menjalani hidup sehat dan produktif. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Gencarkan Sosialisasi Sanitasi Aman, Targetkan 33 Persen Akses Sanitasi Aman Tahun 2029

Advetorial

DPR Aceh Gelar Santunan Anak Yatim Menyambut Ramadhan 1446 H

Advetorial

Ingin Pertahankan Juara Umum di API Awards 2022, Aceh Susun Strategi!

Pemko Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir

Advetorial

Disbudpar Aceh Segera Luncurkan Kalender Event 2023, Dimeriahkan Kenduri Kuah Beulangong

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Lepas Puluhan Personel Satpol PP dan WH ke Enam Kecamatan di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Serahkan 5 Rumah Layak Huni, Bang Afdhal Tegaskan Amanah Muzakki Telah Tersalurkan

Parlementaria

Dewan Apresiasi Konsistensi Illiza atas Penegakan Syariat di Banda Aceh