Home / Advetorial / Pemerintah

Selasa, 29 April 2025 - 17:10 WIB

Penguatan Literasi Jadi Salah Satu Kunci Pengentasan Kemiskinan

mm Redaksi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Edi Yandra dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, di Aula Layanan Perpustakaan DPKA. Foto: Dok. Humas DPKA

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Edi Yandra dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, di Aula Layanan Perpustakaan DPKA. Foto: Dok. Humas DPKA

Banda Aceh – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Edi Yandra mengatakan penguatan literasi menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pengurangan angka kemiskinan, termasuk di Tanoh Rencong. Menurutnya literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tapi merupakan jembatan menuju kehidupan yang lebih layak dan sejahtera.

Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, di Aula Layanan Perpustakaan DPKA, Senin (29/4/2025).

“Literasi bukan hanya hak dasar, tapi juga alat strategis dalam mengatasi kemiskinan yang masih membelenggu sebagian masyarakat kita,” ujarnya.

Edi menuturkan, perpustakaan masa kini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan rumah belajar bagi siapa saja yang ingin memperbaiki nasibnya. Ia menyebutkan bahwa literasi dewasa berdampak lebih luas daripada pendidikan formal, karena menyasar langsung akar persoalan keterbelakangan dan ketimpangan.

Baca Juga :  Pesona Wisata Pantai Kota Juang Nan Eksotis

“Perpustakaan bisa menjadi pusat inovasi masyarakat. Di sana, warga tidak hanya membaca, tapi juga belajar, berkarya, bahkan berwirausaha. Transformasi perpustakaan harus menjangkau hingga ke gampong-gampong,” lanjut Edi.

Ia menegaskan bahwa perpustakaan inklusif adalah perpustakaan yang hidup dan tumbuh bersama masyarakat. Bukan hanya menyajikan bacaan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya keterampilan baru, solusi atas masalah lokal, dan peluang ekonomi yang lebih baik.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Sambut GEMPAR ke-2 Tahun 2023 

Karena itu, sambung Edi, perluasan transformasi perpustakaan ke tingkat kabupaten/kota dan gampong, menjadi salah satu upaya nyata untuk memperluas program serta mendekatkan akses informasi bagi masyarakat, memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat berkegiatan bagi masyarakat.

“Program ini bertujuan membangun koneksi antarmasyarakat, membentuk ruang berbagi ide dan kreativitas. Inilah bentuk literasi yang nyata: berdampak dan memberdayakan,” tegasnya.

Aceh sendiri, melalui DPKA, telah menjadi mitra program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sejak 2018. Kini, program tersebut telah menyentuh 23 kabupaten/kota hingga ke perpustakaan desa, menjadikan Aceh sebagai salah satu pelopor literasi inklusif di Indonesia.

Baca Juga :  Disdukcapil: Nama Muhammad dan Cut Aisyah Jadi Nama Favorit Bayi di Banda Aceh

Namun, Edi menyadari bahwa cita-cita besar ini tak akan terwujud tanpa dukungan semua pihak.

“Kami mengajak para pemangku kebijakan untuk ikut mendorong transformasi ini. Perpustakaan harus menjadi pusat belajar masyarakat yang berbasis teknologi dan kebutuhan zaman,” serunya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas SDM pengelola perpustakaan, agar mampu memberikan layanan yang prima dan relevan di era digital.

Pelatihan ini diikuti 50 peserta yang berasal dari pengelola perpustakaan gampong di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, serta dihadiri oleh pelatih ahli dan para pejabat struktural dan fungsional DPKA. (Adv)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Kunjungi Bazar UMKM, Pj Gubernur dan Istri Berbagi Ceria via Es Krim dan Kembang Gula

Advetorial

Belanja Warga Meningkat, Diskopukmdag Catat Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas

Nasional

Indeks Keamanan Laut Nasional jadi Instrumen Penting Wujudkan Indonesia Emas 2045

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Buka Seleksi Terbuka 11 Jabatan Eselon II, Ini Jadwal dan Syaratnya

Aceh Besar

Wakili Bupati Aceh Besar, Camat Lhoknga Hadiri Peringatan 21 Tahun Tsunami Aceh di Masjid Al-Islah

Advetorial

155 Hari Pelaksanaan Vaksinasi Massal Tahap Kedua, Sebanyak 94.023 Orang Dilaporkan telah Divaksin Covid-19

Nasional

Prabowo Bersih-Bersih BUMN Lewat KPK dan Kejagung

Internasional

Kemlu RI Libatkan Aceh dalam Upaya Dorong Proses Damai di Myanmar