Home / Nasional / News

Rabu, 3 Desember 2025 - 07:35 WIB

Pesan Khusus Angkie Yudistia dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025

mm Poppy Rakhmawaty

Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024, Angkie Yudistia. Foto: ist.

Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024, Angkie Yudistia. Foto: ist.

Jakarta – Memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember, Angkie Yudistia yang merupakan Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024, kembali menekankan urgensi percepatan penyusunan dan pelaksanaan peraturan turunan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Menurut Angkie, Peraturan Pemerintah mengenai insentif dan konsesi yang ditujukan untuk memperkuat perekonomian penyandang disabilitas merupakan hal krusial.

Baginya, PP tersebut merupakan instrumen kunci yang memiliki peran besar dalam membuka akses yang lebih adil bagi penyandang disabilitas. Insentif dan konsesi tidak hanya memberikan kemudahan bagi individu penyandang disabilitas, tetapi juga mendorong sektor publik dan swasta untuk mengembangkan ekosistem inklusi secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Angkie Yudistia Sinergikan Inklusivitas Lewat Olahraga Tenis Bersama Atlet Disabilitas

“Jadi fokus saya adalah memastikan bahwa amanat UU No. 8 Tahun 2016 tidak hanya berhenti sebagai komitmen di atas kertas. Kehadiran PP insentif dan konsesi adalah langkah strategis agar penyandang disabilitas dapat terlibat penuh dalam kegiatan ekonomi dan mendapatkan peluang setara,” kata Angkie, kepada wartawan, di Jakarta (3/12/2025).

Dirinya menjelaskan bahwa dorongan terhadap percepatan regulasi ini didasari oleh beberapa pertimbangan penting.

“Sebagai cara untuk meningkatkan akses ekonomi penyandang disabilitas, terutama melalui kebijakan yang memfasilitasi peluang kerja dan usaha,” ucapnya.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh Terima Silaturahmi Pengurus Forum Backstagers Indonesia 

Selain itu, guna mengurangi ketimpangan kesempatan yang selama ini muncul akibat hambatan struktural dan minimnya kebijakan afirmatif.

Dirinya menyebut, perlu juga untuk memastikan keberpihakan negara hadir secara operasional, bukan hanya normatif, melalui dukungan regulatif yang konkret dan terukur.

Ia pun menyoroti terkait ekosistem inklusif lintas sektor, yang memungkinkan penyandang disabilitas berperan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Angkie turut menegaskan bahwa kerja-kerja penguatan regulasi tidak boleh berhenti. Ia berharap setiap pemangku kepentingan, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga organisasi masyarakat sipil, terus memastikan implementasi UU No. 8 Tahun 2016 berjalan menyeluruh.

Baca Juga :  Dewan Dorong Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pendidikan Disabilitas

“HDI 2025 ini merupakan pengingat bahwa inklusi adalah perjalanan panjang. Regulasi yang kuat akan memastikan penyandang disabilitas memiliki posisi setara untuk hidup, bekerja, dan berkarya,” jelasnya.

Angkie Yudistia menyampaikan bahwa keberlanjutan kebijakan inklusif adalah fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang berkeadilan dan berpihak pada seluruh warganya, termasuk penyandang disabilitas.

Angkie menegaskan bahwa peringatan HDI 2025 bukan hanya ajang seremonial, melainkan momentum evaluasi dan penguatan komitmen agar Indonesia dapat menjadi negara yang benar-benar menghormati, melindungi, dan memenuhi hak penyandang disabilitas.

Reporter: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

News

Jelang Puncak Imlek, Kapolresta Pastikan Kegiatan Berlangsung Lancar

Hukrim

Suparji Ahmad : Ahli Tidak Bisa Dituntut Pidana dan Perdata

Nasional

Urutan Perjalanan Ibadah Haji Mulai Karantina di Asrama Haji hingga Kembali ke Tanah Air

Hukrim

Imigrasi Berperan Dalam Upaya Pencegahan TPPO dan TPPM

Nasional

Akses Jalan Nasional Pulih, Jembatan Bailey Jadi Solusi Darurat Pascabanjir di Aceh

Nasional

Penetapan Komite Dewan Pers, Menko Polhukam: Laksanakan Tugas Secara Independen

Nasional

64 Rupbasan Imipas Bakal Dikelola Kejagung

Nasional

SPPG Polri di Pejaten Bagikan 3.417 Porsi MBG ke Anak-anak di Jaksel