Aceh Barat Daya – PT PLN (Persero) memprioritaskan pemulihan pasokan listrik ke fasilitas vital seperti rumah sakit dan kantor layanan publik di seluruh Aceh, termasuk Blangpidie, Aceh Barat Daya, di tengah kondisi darurat bencana yang masih berlangsung.
Saat ini, suplai listrik ke wilayah tersebut mengandalkan pasokan dari PLTU Nagan Raya Unit 1 dan 2, namun daya yang tersedia masih terbatas sehingga belum mampu melistriki seluruh pelanggan secara maksimal.
Manager PLN ULP Blangpidie, Zulfandilla, mengatakan prioritas utama diberikan kepada RSUD agar pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.
“Sejak kemarin sore pukul 15.50 WIB, kami memprioritaskan penyaluran listrik ke RSUD. Kami mintakan agar dapat disuplai dari PLN supaya pelayanan kesehatan tidak terhambat. Warga yang satu jalur dengan RSUD juga ikut terimbas nyala,” ujar Zulfandilla, Jumat (28/12025).
Ia menambahkan, aliran listrik ke kawasan perkantoran pemerintah juga mulai dinyalakan sejak subuh.
“Pukul 04.30 WIB tadi, kami nyalakan area perkantoran untuk mendukung pelayanan publik. Warga sekitar yang satu jalur juga ikut mendapatkan aliran listrik,” lanjutnya.
Meski demikian, kondisi kelistrikan di Blangpidie hingga kini belum sepenuhnya normal. Daya mampu masih kecil karena pasokan dari sistem transmisi utama terganggu, sehingga PLN menerapkan skema prioritas penyaluran daya.
“Saat ini kondisi masih darurat bencana. Listrik belum bisa normal sepenuhnya. Kami mohon masyarakat bersabar dan kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami terus berupaya memberikan yang terbaik,” kata Zulfandilla.
Dikatakannya, gangguan listrik yang terjadi tidak terlepas dari dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir.
“PT PLN (Persero) saat ini memprioritaskan pemulihan 13 jaringan transmisi listrik yang mengalami gangguan struktur hingga roboh.” katanya.
Diketahui berdasarkan laporan per Jumat (28/11/2025), terdapat 9 tower transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV di Aceh yang rubuh akibat terjangan banjir dan longsor.
Sementara itu, tiga tower lainnya mengalami gangguan struktur dan rusak.
Adapun jaringan transmisi yang terdampak berada di sejumlah jalur vital, yakni Jalur Bireuen–Arun, Jalur Brandan–Langsa dan Jalur Peusangan–Bireuen.
“Kerusakan ini berdampak signifikan terhadap kontinuitas pasokan listrik di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Aceh Barat Daya,” akunya.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan langkah luar biasa dengan menggunakan helikopter guna mengirimkan material tower darurat ke lokasi terdampak yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat akibat akses lumpuh diterjang banjir dan longsor.
Tidak hanya itu, ratusan personel teknik dari luar wilayah Aceh turut diterjunkan untuk membantu percepatan pemulihan sistem transmisi dan distribusi. Seluruh petugas bekerja dalam kondisi darurat dengan sistem siaga penuh.
PLN juga terus melakukan pengaturan beban dan rekayasa sistem kelistrikan agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, terutama untuk fasilitas kesehatan, pemerintahan, dan layanan publik.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan listrik secara bijak selama masa pemulihan berlangsung, mengingat kapasitas daya masih terbatas.
“Warga juga diminta segera melapor ke pihak PLN apabila menemukan potensi bahaya kelistrikan seperti kabel putus, tiang miring, atau percikan api,” katanya.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus bekerja maksimal demi mempercepat normalisasi kelistrikan di seluruh wilayah terdampak.
“Kami pastikan seluruh proses pemulihan dilakukan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat,” tutup Zulfandilla.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar









