Aceh Barat Daya — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Barat Daya (Abdya), Irma Suryani, S.Si., M.Pd, langsung bergerak cepat sejak menerima surat perintah dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh.
Tanpa menunggu waktu lama, Irma memulai tugasnya dengan melakukan penataan internal, terutama di lingkungan kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Abdya.
“Setelah menerima surat perintah sebagai Plt Kacabdin Abdya, dengan bismillah saya langsung bekerja dan melakukan penataan sebisa mungkin, terutama di lingkungan kantor kita,” ujar Irma kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).
Irma menilai, penataan lingkungan kerja menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang tertib dan profesional. Menurutnya, suasana kantor yang rapi dan nyaman akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan.
Ia menyebutkan, kantor yang tertata dengan baik akan membantu aparatur bekerja lebih fokus, terorganisir, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Lingkungan kerja yang tertib akan memengaruhi cara kita melayani. Kalau suasana kerja nyaman, pelayanan juga akan lebih maksimal,” kata Irma.
Ia juga mulai memperkuat disiplin aparatur serta membenahi sistem pelayanan administrasi yang selama ini berjalan.
Irma menegaskan, tujuan utama dari pembenahan tersebut adalah meningkatkan kecepatan, ketertiban, dan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan.
“Bukan hanya soal kantor terlihat rapi, tetapi bagaimana pelayanan bisa lebih cepat, lebih tertib, dan masyarakat benar-benar merasa terbantu,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Irma mengevaluasi mekanisme pelayanan internal di Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Abdya. Evaluasi tersebut mencakup penataan dokumen, pengelolaan arsip, serta alur koordinasi antarbidang.
Ia juga menaruh perhatian khusus pada sistem pelayanan yang berhubungan langsung dengan sekolah-sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Aceh.
“Kita mulai dari hal mendasar. Dokumen harus tertata, arsip harus mudah diakses, dan alur koordinasi harus jelas,” kata Irma.
Selain pembenahan internal, Irma menekankan pentingnya membangun komunikasi aktif dengan kepala sekolah dan tenaga pendidik di Abdya.
Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan pendidikan di lapangan, selama tetap mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku.
“Kita ingin komunikasi dengan sekolah lebih terbuka. Kalau ada masalah, silakan disampaikan supaya bisa kita cari solusi bersama sesuai aturan,” ujarnya.
Irma juga mendorong peningkatan koordinasi terkait program pendidikan menengah. Ia menilai, pemutakhiran data pendidikan menjadi salah satu kunci dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola administrasi yang rapi serta pelayanan yang transparan dan profesional.
“Data pendidikan harus akurat. Dengan data yang baik, program yang kita jalankan juga akan lebih tepat,” kata Irma.
Irma menegaskan, pembenahan layanan pendidikan tidak cukup melalui wacana. Ia menilai, komitmen aparatur dan kerja nyata harus menjadi ukuran utama kinerja.
“Kinerja terbaik selalu menjadi ukuran. Di mana pun saya ditugaskan, saya berusaha bekerja maksimal,” ucapnya.
Ia berharap, seluruh jajaran di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Abdya memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik.
Dalam kesempatan itu, Irma menekankan bahwa Cabang Dinas Pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Menurutnya, kualitas layanan administrasi dan pembinaan di tingkat cabang akan sangat berpengaruh terhadap kinerja sekolah dan tenaga pendidik.
“Cabang dinas menjadi penghubung langsung dengan sekolah. Karena itu, pelayanan harus benar-benar kita perbaiki,” ujarnya.
Ia menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan. Kritik juga kami jadikan bahan evaluasi, asalkan semuanya tetap dalam semangat membangun pendidikan,” katanya.
Langkah pembenahan tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah pihak di lingkungan pendidikan Abdya. Mereka berharap perubahan di internal Cabang Dinas Pendidikan dapat berdampak langsung pada peningkatan koordinasi dengan sekolah.
Terutama dalam urusan administrasi, pembinaan guru, serta layanan pendidikan lainnya yang selama ini membutuhkan respons cepat dan jelas.
Irma berharap, penataan yang dilakukan dapat menjadi awal terciptanya lingkungan kerja yang lebih produktif dan pelayanan pendidikan yang semakin responsif di Aceh Barat Daya.
Ia menegaskan, tujuan akhir dari seluruh upaya tersebut adalah peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda.
“Semoga apa yang kami lakukan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pelayanan pendidikan di Abdya. Karena tujuan akhirnya adalah pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak kita,” tutup Irma.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar













