Home / Internasional

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:40 WIB

Di awal, Amerika Begitu Percaya Diri Menyerang Iran, Kini..?

mm Redaksi

HT. Anwar Ibrahim / Pemred: NOA.co.id

HT. Anwar Ibrahim / Pemred: NOA.co.id

SATU KEPUTUSAN Bisa Jadi Kesalahan terbesar Donald Trump sepanjang sejarah.

Kini Donald Trump menghadapi mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Situasi yang awalnya terlihat seperti kemenangan cepat menyerang Iran, justru berubah menjadi jebakan mematikan.

Para analis mulai melihat adanya permainan besar di balik konflik ini, sebuah skenario yang perlahan menyeret Amerika ke dalam konfrontasi terbuka dengan Iran.

Di awal, Washington begitu percaya diri, mereka yakin bisa melumpuhkan Teheran dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Ratu Narkoba asal Aceh Divonis Hukuman Mati

Namun kenyataan di medan tempur berkata lain, serangan balasan Iran datang tanpa henti, bertubi-tubi, dan semakin intens.

Persenjataan Amerika dan Israel mulai terkuras, sementara Teheran atau Iran justru menunjukkan ketahanan yang mengejutkan.

Dengan industri rudal dan drone yang mandiri, mereka mampu bertahan lebih lama, bahkan terus menekan. Situasi semakin kritis ketika Selat Hormuz tidak sepenuhnya aman, jalur energi dunia berada di ambang gangguan besar.

Dampaknya mulai terasa. Tekanan ekonomi meningkat dan Amerika menghadapi ancaman krisis energi.

Baca Juga :  Dirjen Dukcapil Luncurkan Layanan Adminduk untuk Diaspora Indonesia di Sydney, Australia

Kini Pentagon berada dalam dilema besar. Bagaimana tidak, melanjutkan perang berarti mempertaruhkan ekonomi dalam negeri.

Namun jika mundur berarti mengakui kekalahan di hadapan dunia. Kesombongan perlahan berubah menjadi bumerang.

Wibawa Amerika mulai goyah. Dan Israel kini berdiri dalam bayang-bayang ketakutan tanpa jaminan perlindungan yang pasti. Ini bukan sekadar konflik. Ini titik balik.

Apalagi saat ini situasi makin memanas. Iran baru mengumumkan bahwa mereka sudah menargetkan pusat teknologi siber dan pusat produksi Israel menggunakan armada drone.

Baca Juga :  Plt. Kadisdik Aceh Terima Delegasi Kedutaan Besar Malaysia, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Guru

Langkah ini menunjukkan pergeseran strategi, dimana pusat data dan manufaktur sekarang menjadi target utama di garis depan.

Di lain tempat Presiden Rusia Vladimir Putin: menegaskan kembali dukungannya tak tergoyahkan kepada Teheran dan solidaritas dengan teman-teman kami di Iran.

“Rusia telah dan akan tetap menjadi mitra yang dapat di andalkan bagi Republik Islam Iran,” (**)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Internasional

Kemlu RI melalui KBRI Den Haag Imbau WNI Waspada Badai Saljlu Melanda Belanda

Hukrim

KBRI Phnom Penh dan Polri Perkuat Sinergi Lindungi WNI di Kamboja

Internasional

Dirjen Dukcapil Luncurkan Layanan Adminduk untuk Diaspora Indonesia di Sydney, Australia

Internasional

Iran Tangkap Puluhan Terduga Pembunuh Ismail Haniyeh

Internasional

Piagam PBB Asli Simbol Solidaritas dan Kerja Sama Global, Tiba di Markas Besar PBB New York

Internasional

DPRA Mencari jalan keluar Penanganan Pengungsi Rohingya di Aceh

Internasional

Presiden Prabowo Siapkan Pengobatan untuk 2.000 warga Gaza di Pulau Galang

Internasional

KJRI Songkhla : 18 Nelayan Aceh dalam keadaan Sehat dan diperlakukan baik oleh Aparat Thailand