Home / Internasional / Pemerintah

Minggu, 18 Januari 2026 - 19:40 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan bertemu Raja Charles III Bahas Konservasi Gajah

Farid Ismullah

Presiden Prabowo Subianto bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dan Menteri Luar Negeri Sugiono. (Foto : Istimewa).

Presiden Prabowo Subianto bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dan Menteri Luar Negeri Sugiono. (Foto : Istimewa).

Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya memastikan Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia/WEF) yang digelar di Davos, Swiss pada 19-23 Januari 2026.

Forum ini dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan serta 1.000 peserta yang terdiri dari, pemimpin sektor swasta hingga tokoh-tokoh terkemuka dari masyarakat sipil dan akademisi.

Selain itu, kata dia, Prabowo diagendakan melakukan dialog dengan para CEO dari perusahaan terkemuka dunia. Namun, Teddy tak menjelaskan secara rinci siapa saja CEO yang akan berdialog dengan Prabowo.

“Presiden Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan terkemuka mancanegara,” tutur dia.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan Inklusif, Mendagri Minta Pemda Atensi Pembentukan Sekolah Rakyat

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Inggris dan Swiss untuk melakukan kunjungan kenegaraaan, pada Minggu (18/1/2025). Prabowo akan melakukan sejumlah pertemuan, salah satunya dengan Raja Charles III.

“Di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta,” ujar Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (18/1/2026).

Sebelum bertolak, Prabowo sempat bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco untuk membahas informasi terkini di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Baca Juga :  Bupati Syech Muharram Tegaskan RPJM Sesuai dengan Visi-Misi Aceh Besar

Gelar Pertemuan dengan PM Inggris

Teddy menjelaskan Prabowo dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer di London. Pertemuan tersebut akan membahas kesepakatan beberapa kerja sama antara lain, di bidang ekonomi dan maritim.

“Di London, Inggris, Presiden Prabowo akan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer untuk membahas kesepakatan dalam beberapa kerja sama strategis, di antaranya dalam bidang ekonomi dan maritim,” ucap Teddy.

Selain itu, Prabowo direncanakan bertemu Raja Charles III. Teddy menuturkan pertemuan tersebut akan membahas pelestarian alam dan lingkungan serta konservasi gajah bersama sejumlah tokoh filantropi dunia.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Beri Arahan soal Strategi Pertahanan

Prabowo sendiri menyerahkan 20.000 konsesi lahan miliknya melalui PT Tusam Hutani Lestari untuk program perlindungan atau konservasi gajah di Provinsi Aceh.

Hal ini menyusul permintaan Raja Charles III agar Prabowo mendonasikan konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk konservasi gajah.

“Selanjutnya, Presiden Prabowo akan mengadakan pertemuan dengan Raja Charles III, dengan salah satu agenda pembahasan terkait pelestarian alam dan lingkungan, serta konservasi gajah, bersama dengan sejumlah tokoh filantropi dunia lainnya,” tutur Teddy.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Penjabat Bupati Aceh Barat Hadiri Sabang Marine Festival 2024

Nasional

Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Digital Government Award Summit 2024

Internasional

Bahas Stabilitas Politik dan Keamanan Kawasan, Menko Polkam Dampingi Presiden Prabowo di KTT ke-47 ASEAN

Aceh Barat

Tingkatkan Pelayanan Publik, Diskominsa Aceh Barat Gelar Pelatihan Pengolaan Website PPID Pelaksana

Internasional

Evakuasi WNI dari Iran-Israel, TNI AU Siagakan Hercules dan Boeing

Advetorial

Jelang Idul Fitri 1446 H, Wali Kota Lhokseumawe Pimpin Rakor Pawai Takbir Keliling

Aceh Besar

Pemkab dan Polres Aceh Besar Bantu Sembako untuk Warga

Nasional

Deputi Pollugri Kemenko Polkam: Strategi Komunikasi Publik Hal Penting Perkuat Pelindungan PMI