Home / Daerah / Nasional / Pemerintah

Senin, 23 Februari 2026 - 14:06 WIB

Provinsi Aceh relatif terkendali, Kemenko Polkam Evaluasi 25 Tahun Operasi Intelijen

Farid Ismullah

Kemenko Polkam evaluasi 25 tahun operasi intelijen untuk tangani isu separatisme. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Kemenko Polkam evaluasi 25 tahun operasi intelijen untuk tangani isu separatisme. (Foto: Dok. Kemenko Polkam RI)

Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar rapat koordinasi evaluasi efektivitas operasi intelijen dalam mendukung penanganan separatisme selama 25 tahun terakhir, Kamis (19/02/2026) di Bogor, Jawa Barat.

Forum koordinasi tersebut menelaah capaian serta tantangan operasi intelijen nasional selama dua dekade terakhir, khususnya di wilayah Aceh dan Papua.

Hasil evaluasi menunjukkan stabilisasi keamanan di Aceh relatif terkendali setelah perdamaian Helsinki, sementara Papua masih menghadapi dinamika fragmentasi kelompok, propaganda digital, serta kompleksitas sosial dan geografis yang memerlukan pendekatan lebih terpadu.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Tidak Akan Pandang Bulu Berantas Kasus Judi Online

Rapat dipimpin oleh Kabid Intelijen Pertahanan yang mewakili Pelaksana Harian (Plh) Asisten Deputi Bidang Koordinasi Intelijen Pertahanan dan Kewaspadaan Nasional, Paulus Suhendrasmo.

Dalam arahannya, Paulus menegaskan keberhasilan penanganan separatisme sangat bergantung pada orkestrasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga.

“Penanganan separatisme tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada integrasi data intelijen dan kesamaan terminologi agar negara hadir dengan satu suara dan satu arah,” ujar Paulus, dikutip Senin, 23 Februari 2026.

Baca Juga :  Jelang HUT RI ke-79, Polsek Darul Aman Imbau Warga Pasang Bendera Merah Putih

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain penyusunan rencana induk operasi intelijen terpadu hingga penguatan integrasi big data intelijen.

Tak cuma itu, kata Paulus, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapasitas intelijen siber, serta harmonisasi regulasi dan terminologi terkait separatisme.

Pendekatan komprehensif juga akan mencakup pembangunan kesejahteraan masyarakat, penguatan pendidikan kebangsaan, serta strategi kontra-propaganda di ruang digital.

Adapun rapat koordinasi ini dihadiri perwakilan berbagai lembaga strategis, termasuk Badan Intelijen Negara, BAIS TNI, Baintelkam Polri, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Apresiasi Tim Gabungan Ungkap Penyeludupan Narkotika

Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi nasional untuk menyatukan langkah, kebijakan, dan perspektif dalam menghadapi dinamika ancaman separatisme.

Melalui penguatan sinergi lintas sektor, Kemenko Polkam menegaskan komitmennya memastikan respons negara berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

“Kemenko Polkam memastikan sinergi nasional berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI,” pungkas Paulus.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Mahyuzar Damping Pj Gubernur Aceh Tinjau Progres Pembangunan Bendungan Keureutoe

Daerah

Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan Aceh Gelar AKKS 2024

Aceh Barat

Penjabat Bupati Aceh Barat Resmi Buka Kejuaraan Bulu Tangkis Antar Instansi

Aceh Barat

Bupati Tarmizi Serahkan 10 Unit Traktor untuk Petani Aceh Barat, Dorong Modernisasi Pertanian

Daerah

DPRA Mendukung agenda ratifikasi Konvensi ILO No. 188

Daerah

69 Imigran Rohingya kembali Terdampar di Aceh

Nasional

Pj Gubernur Aceh Paparkan Kebijakan dan Strategi Keterbukaan Informasi Publik

Daerah

Pj Bupati Pidie Jaya dan Bupati Terpilih Bahas Pembentukan Tim Penyusunan RPJMD