Sigli – Tim bulutangkis beregu putra dari Kabupaten Pidie berhasil menunjukkan performa meyakinkan dalam ajang Pra-PORA dengan memastikan tiket kelolosan.
Dari tujuh atlet yang diturunkan, skuad putra tampil solid dan mampu melewati setiap laga dengan hasil positif. Sementara dari 10 atlet bulu tangkis yang dikirim PBSI Kabupaten Pidie, hanya 7 atlet yang lolos ke PORA di Aceh Jaya nanti. “Alhamdulillah kita lolos 7 atlet bulutangkis,”jelas Ketua KONI Pidie, Muhammad kepada NOA.co.id, Senin (4/5/2026).
Sebaliknya kata Muhammad, tim beregu putri harus mengubur harapan melaju ke PORA. Tiga atlet putri yang tampil belum mampu menandingi kekuatan lawan dalam sistem pertandingan beregu yang menuntut konsistensi di setiap partai. “Namun saya minta kepada atlet putri jangan berkecil hati dan terus berlatih agar ke depan bisa lolos”,pintanya.
Muhammad mengakui perbedaan hasil tersebut tidak lepas dari kedalaman skuad dan pengalaman bertanding. “Putra lebih siap, baik dari segi teknik maupun mental tanding. Sementara putri masih butuh jam terbang,” ujarnya.
Kata Muhammad, dalam sistem beregu, setiap kemenangan partai menjadi penentu akumulasi poin tim. Kegagalan mengamankan partai-partai krusial membuat tim putri tertinggal dan tidak mampu mengejar ketertinggalan.
Meski demikian, evaluasi akan segera dilakukan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang. Fokus berikutnya diarahkan pada peningkatan kualitas latihan dan regenerasi atlet, terutama di sektor putri. “Kita tetap mengevaluasi para atlet demi kemajuan dimasa yang akan datang”,tegas Muhammad.
Dengan hasil ini, tim putra berpeluang melangkah lebih jauh di PORA mendatang, sementara tim putri diharapkan dapat bangkit dan tampil lebih kompetitif pada kesempatan berikutnya.
Muhammad selaku Ketua KONI Pidie mengucapkan terimakasih kepada pelatih, atlet dan ofisial tim bulutangkis yang sudah berjuang sekuat tenaga. Sehingga berhasil meloloskan 7 atlet dari 10 yang dimainkan. Yang lolos yang sombong dan yang tidak lolos jangn berkecil hati, terus berlatih agar bisa tampil di lain kesempatan. “Saya bangga sama mereka yang sudah berjuang, namun belum ada rezeki”, pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita












