Home / Aceh Barat Daya / News

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:19 WIB

18 Jam Pencarian, Bocah 12 Tahun Ditemukan Meninggal

mm Teuku Nizar

Kapolsubsektor Lembah Sabil, Iptu Sufriadi Husaini saat berada dirumah duka korban hanyut. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Kapolsubsektor Lembah Sabil, Iptu Sufriadi Husaini saat berada dirumah duka korban hanyut. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya — Tim gabungan bersama warga menemukan seorang anak yang sebelumnya terseret arus Sungai Manggeng di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Korban bernama Syahrazan Alfarishi (12), seorang pelajar asal Desa Sukadamai, Kecamatan Lembah Sabil.

Kapolsubsektor Lembah Sabil, Iptu Sufriadi Husaini, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 2 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, korban mandi di Sungai Krueng Manggeng bersama sejumlah temannya di kawasan bendungan yang berada di perbatasan Desa Sukadamai dan Kecamatan Manggeng.

“Arus sungai yang cukup deras menyeret korban hingga hilang dari penglihatan teman-temannya,” kata Sufriadi.

Baca Juga :  Konsumen Mentari Swalayan Dapat Umroh Gratis

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melapor kepada aparat desa dan pihak berwenang. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan tim pencarian.

Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI AL, BPBD, Tagana, aparatur desa, dan masyarakat langsung bergerak melakukan pencarian.

Mereka menyisir sepanjang aliran sungai dan memeriksa titik-titik yang dianggap rawan.

Pencarian berlangsung secara intensif selama kurang lebih 18 jam. Medan yang menantang serta arus sungai yang deras menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

“Seluruh tim bekerja maksimal sejak laporan pertama kami terima,” ujar Sufriadi.

Tim akhirnya menemukan korban pada Senin pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, di kawasan Sungai Manggeng, Desa Sejahtera, Kecamatan Manggeng. Saat penemuan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga :  Bank Aceh Salurkan Program KUR Tahun 2025 Sebesar Rp 1,5 Triliun

Sufriadi mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak yang ikut membantu proses pencarian.

“Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik dari TNI AL, BPBD, Tagana, aparatur desa, maupun warga yang terlibat langsung di lapangan,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak.

“Para orang tua perlu meningkatkan pengawasan. Area bendungan dan aliran sungai memiliki risiko tinggi karena arusnya sulit terprediksi,” tegasnya.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan meminta agar jenazah tidak menjalani visum.

Baca Juga :  Satlantas Polres Abdya Sambangi Latihan Paskibra 

Kepolisian menghormati permintaan tersebut setelah berkoordinasi dengan keluarga.

Selanjutnya, keluarga membawa jenazah ke rumah duka di Desa Sukadamai untuk proses pemakaman. Suasana duka menyelimuti keluarga dan masyarakat setempat.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya aktivitas di sungai, khususnya di area bendungan.

Edukasi mengenai keselamatan di lingkungan perairan perlu ada peningkatan guna mencegah kejadian serupa.

Dengan penemuan korban tersebut, seluruh unsur yang terlibat mengakhiri operasi pencarian dan kembali ke satuan masing-masing setelah memastikan penanganan berjalan dengan baik.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Nurdianto: Aspirasi Masyarakat Dapil II Jadi Prioritas

Aceh Barat Daya

Tali Kasih TNI, Wujudkan Mimpi Warga Desa Tertinggal

Internasional

Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan 32 WNI dari Iran

Aceh Barat Daya

235 Siswa SMAN 1 Abdya Ikuti Try Out UTBK SNBT

Aceh Barat Daya

Lomba Kreasi Siswa SD dan SMP se-Aceh Barat Daya 2025 Usung Tema “Harmoni Budaya, Keindahan Indonesia”

Aceh Barat Daya

Polri bersama Warga Bersihkan Bantaran Sungai Sambut HUT TNI 

News

April, Gubernur Muzakir Manaf Resmikan Pembangunan Pabrik Ban di Aceh Barat

Berita

Pertamina Ungkap Capaian Program Pemberdayaan Perempuan, Bina 12.677 UMKM