Simeulue – Menggapai mimpi sedari kecil hingga akhirnya menjadi nyata. Safii, putra kelahiran Desa Pulau Siumat, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, berhasil meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd) dari Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Kamis (15/1/2026).
Ia menjadi putra pertama asal Pulau Siumat yang menamatkan pendidikan hingga jenjang magister. Safii, yang akrab disapa Ing di kampung halamannya, lahir dan besar di wilayah kepulauan yang tergolong terpencil.
Pulau Siumat, yang berjarak sekitar 11 mil laut dari ibu kota Kabupaten Simeulue dan hanya dapat ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan laut saat cuaca bersahabat. Keterbatasan akses transportasi serta ketersediaan air bersih menjadi tantangan keseharian masyarakat setempat.
Perjalanan pendidikan Safii dimulai dari SD Swasta Negeri Pulau Siumat yang diselesaikannya pada tahun 2000, dilanjutkan ke SMP Negeri 3 Simeulue Timur 2003 dan sempat menjabat sebagai ketua Osis, SMA Negeri 1 Sinabang 2006, dan Sarjana Pendidikan di FKIP Universitas Syiah Kuala pada 2010.
Kemudian safii meraih juara dua kepala sekolah dedikatif yang digelar se propinsi Aceh tahun 2023. Hingga pada Kamis, 15 Januari 2026, Safii resmi dinyatakan lulus ujian sidang tesis dan berhak menyandang gelar magister. Dalam sidang tesis yang digelar di Ruang 1 Sekolah Pascasarjana USK, Banda Aceh.
Safii mempertahankan penelitiannya yang berjudul “Manajemen Peran Serta Masyarakat di Satuan Pendidikan Satu Atap Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) Kabupaten Simeulue”.
Sidang tersebut dipimpin oleh satu orang profesor dan tiga orang doktor yang menyatakan Safii lulus. Safii menyelesaikan studi Magister Administrasi Pendidikan dalam waktu tiga semester.
Ia juga memenuhi persyaratan akademik melalui publikasi artikel ilmiah pada jurnal terindeks Sinta 2, yang telah diverifikasi melalui Standar Jaminan Mutu Sekolah Pascasarjana USK.
Mantan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP USK dan eks Koordinator Kepala Sekolah Penggerak Kabupaten Simeulue ini berharap ilmu yang diperolehnya dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
“Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa mendorong peningkatan kualitas pendidikan di satuan pendidikan daerah 3T,” ujar Safii kepada Noa.co.id.
Lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, Safii menyebut kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk mengenyam pendidikan tinggi. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN–SMP Satu Atap Pulau Siumat.
Di akhir keterangannya, Safii menyampaikan terima kasih kepada para dosen pembimbing tesis, para guru di Pulau Siumat, serta keluarga yang telah memberikan dukungan dan doa hingga ia dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Keberhasilan Safii diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Pulau Siumat untuk terus berjuang menempuh pendidikan setinggi mungkin, meski dihadapkan pada keterbatasan geografis dan fasilitas.
Editor: Redaksi









