Home / Berita / Pemerintah Aceh

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:56 WIB

PWI Aceh: Anggaran Iklan Rp71,7 Miliar Penting untuk Menyelamatkan Media Lokal Pascabencana

mm Redaksi

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menegaskan pentingnya anggaran belanja iklan Pemerintah Aceh untuk menjaga keberlangsungan media lokal pascabencana, Sabtu (31/01/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menegaskan pentingnya anggaran belanja iklan Pemerintah Aceh untuk menjaga keberlangsungan media lokal pascabencana, Sabtu (31/01/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh — Anggaran belanja iklan, reklame, film, dan pemotretan Pemerintah Aceh senilai Rp71,7 miliar kembali menjadi perhatian publik. Namun, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai upaya pencitraan pemerintah.

Menurut Nasir, alokasi belanja iklan justru memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan ekosistem media lokal, khususnya di tengah kondisi sulit pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

“Pasca bencana, banyak perusahaan media kehilangan sumber pendapatan. Bahkan ada kantor media yang terendam banjir, peralatan liputan rusak, dan sejumlah jurnalis turut terdampak,” ujar Nasir kepada wartawan Dialeksis saat dihubungi, Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga :  Chaidir, SE, MM Dilantik Jadi Sekretaris Dinas Sosial Aceh

Ia menilai, dukungan pemerintah melalui belanja iklan merupakan langkah penting agar media lokal tetap bertahan dan mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai penyampai informasi publik.

Nasir menjelaskan, setidaknya terdapat dua fungsi utama dari anggaran tersebut. Pertama, membantu menstabilkan kondisi keuangan perusahaan pers lokal yang tengah terpuruk. Kedua, menjadi sarana efektif dalam menyosialisasikan berbagai informasi pascabencana kepada masyarakat.

“Dalam situasi darurat, media tidak hanya menyajikan berita. Media menjadi saluran utama untuk informasi evakuasi, distribusi bantuan logistik, kebutuhan warga, hingga perkembangan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Buka Festival Literasi Aceh 2025, Gubernur Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Membaca dan Berkarya

Sebelumnya, belanja iklan Pemerintah Aceh ini mendapat sorotan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mempertanyakan besarnya anggaran dan mengingatkan pemerintah daerah agar membatasi belanja bersifat seremonial.

Pernyataan tersebut memicu perdebatan di tengah masyarakat dan kalangan media. Sebagian pihak menilai anggaran tersebut terlalu besar, sementara pihak lainnya meminta agar persoalan ini dilihat dalam konteks bencana dan kondisi nyata perusahaan pers di daerah.

Menanggapi kritik tersebut, Nasir menegaskan bahwa mempertanyakan anggaran iklan tanpa melihat kondisi lapangan menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap tantangan yang dihadapi media lokal.

Baca Juga :  Aceh Barat Raih Tiga Besar Terbaik se-Aceh dalam Pengelolaan Keuangan Daerah

“Jika yang dipersoalkan hanya angka tanpa memahami kondisi perusahaan pers yang sedang berjuang bertahan, itu berarti kurang peka terhadap peran media lokal sebagai garda terdepan informasi masyarakat saat bencana,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberlangsungan media lokal sangat penting untuk memastikan arus informasi publik tetap berjalan, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

“Pertanyaannya bukan sekadar mengapa ada anggaran iklan, tetapi apakah negara hadir dan peduli terhadap keberlangsungan media yang selama ini menjadi jembatan informasi masyarakat di masa krisis,” tutup Nasir.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Bunda PAUD Aceh Ajak Orang Tua Biasakan Anak Gemar Makan Ikan

Daerah

Gubernur Aceh Ajak Pegawai Jaga Kekompakan dan Kedisiplinan di Bulan Ramadan

Daerah

Gubernur Muzakir Manaf: Penghapusan Barcode Demi Kenyamanan Bersama

Pemerintah Aceh

Dinas Dayah Aceh Beri Masukan Strategis untuk Penyempurnaan Qanun Dayah Pidie Jaya

News

Lantik Pejabat Eselon II, III, dan IV, Ini Pesan Gubernur Aceh 

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Surati Presiden Prabowo, Minta Revisi PoD Lapangan Tangkulo South Andaman

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Fadhlullah Temui Mendagri dan Satgas PRR, Bahas Percepatan Pemulihan Pascabencana

Nasional

Perkuat Kolaborasi, Ketua PKK Aceh Kunjungi Dirjen Bina Adwil Kemendagri