Home / Daerah

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:15 WIB

SAPA Pertanyakan Dugaan Sisa Rp700 Juta BTT Bireuen di Tengah Bencana

mm Redaksi

Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami. Foto: Dok. Istimewa

Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami. Foto: Dok. Istimewa

Bireuen – Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen untuk mempublikasikan secara terbuka rincian penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Fauzan menyampaikan, berdasarkan informasi yang diperoleh SAPA, alokasi BTT Kabupaten Bireuen tahun anggaran 2025 mencapai lebih dari Rp2 miliar. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada penjelasan terbuka mengenai peruntukan dan realisasi anggaran tersebut.

“Kami juga menerima informasi bahwa anggaran BTT tahun 2025 diduga tidak terserap secara maksimal dan menyisakan hingga Rp700 juta. Jika informasi ini benar, tentu sangat kami sayangkan karena berdampak langsung pada kerugian masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Fauzan, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga :  Kejari Nagan Raya Musnakan Barang Bukti yang telah memiliki Kekuatan Hukum Tetap (Inkracht)  

Ia menilai, dalam situasi darurat akibat bencana, tidak boleh ada alasan pembiaran anggaran darurat hingga berujung SiLPA, sementara masyarakat terdampak masih hidup dalam keterbatasan dan kekurangan.

Fauzan mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada Plt Kepala BPBD Bireuen terkait dugaan tidak terserapnya BTT tersebut. Namun jawaban yang diberikan dinilai tidak memadai.

“Kami hanya menerima jawaban singkat ‘tidak benar’, tanpa penjelasan lanjutan. Kami tidak mengetahui bagian mana yang tidak benar, apakah soal ratusan juta rupiah yang menjadi SiLPA atau hal lainnya, karena tidak ada penjelasan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga :  Jatim Dan Sulsel Raih Emas Di Kelas Tim Regu Event Putra-Putri

Oleh karena itu, Fauzan meminta agar rincian penggunaan BTT dipublikasikan melalui media agar dapat diketahui publik secara terbuka dan jelas. Ia juga menyoroti kondisi di lapangan yang dinilai belum mencerminkan pemerataan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Di lapangan, warga terdampak bencana masih serba kekurangan dan bantuan yang disalurkan belum memadai. Ini harus menjadi perhatian serius Bupati Bireuen. Jika pengelolaan di tingkat bawah tidak berjalan dengan baik, dampaknya bukan hanya kegagalan administrasi, tetapi juga kerugian nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Kadisdik Targetkan SMA di Aceh Masuk 10 Besar Nasional, Butuh Dukungan Semua Pihak

Fauzan menegaskan bahwa setiap pejabat yang diberikan amanah wajib memahami bahwa anggaran yang dikelola merupakan uang rakyat, bukan milik pribadi maupun kelompok tertentu.

“Pejabat digaji dari uang rakyat. Bekerja dengan baik adalah kewajiban, dan transparansi adalah keharusan. Jangan sampai anggaran BTT dan bantuan lainnya hanya berputar di lingkaran tertentu, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru terabaikan,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

24 Anak Yatim Diajak Belanja Baju Lebaran

Daerah

Hari Lahir Pancasila, Seluruh pegawai Kanwil Kemenkumham Aceh memakai pakaian adat dari penjuru nusantara

Daerah

Tgk Muharuddin, Anggota DPR Aceh Bantu Penimbunan Jalan Rusak

Daerah

Sempat Putus saat Banjir, Jembatan Penghubung di Tadu Raya Diperbaiki

Daerah

TNI AU Bantu Pencarian Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros dengan Helikopter Caracal

Daerah

Perputaran Uang pada Hari Pertama Bhayangkara Fest 2024 Capai Rp3 Miliar

Daerah

Disdikbud Aceh Selatan Gandeng Bank Aceh Syariah, Dana BOS Akan Ditransaksikan Non-Tunai

Daerah

Tgk. Muchtar Andhika, Imam Besar Termuda di Sabang yang Menginspirasi Generasi Muda